Pekanbaru | REALITAS – Dalam rangka pemberdayaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, Paguyuban Pendowo Limo Trans Nusantara melakukan perjanjian kerjasama dengan Corporate Forum for Community Development (CFCD) Chapter Riau.
Di tengah tantangan pertanian modern yang kian kompleks, sinergitas antara masyarakat tani dan lembaga sosial dalam hal ini CFCD Chapter Riau akan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pembangunan sektor agrikultur yang berkelanjutan.
Ketua Paguyuban Pendowo Limo Trans Nusantara, Sutipno MK, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama yang telah terjalin dengan CFCD Chapter Riau. Hal ini menjadi momentum penting bagi kemajuan kelompok tani yang bernaung di bawah paguyuban yang dipimpinnya.
“Terima kasih atas kerja sama ini. Kami kelompok tani saat ini tengah mengerjakan program replanting kebun karet menjadi kebun sawit dengan total luas lebih dari 500 hektare. Ini merupakan program yang sejak lama diharapkan oleh para petani,” ujar Sutipno.
Program replanting ini bukan hanya tentang alih fungsi lahan, namun juga merupakan bagian dari transformasi ekonomi petani ke arah yang lebih produktif dan berkelanjutan. Replanting kebun karet yang tidak lagi produktif menjadi kebun sawit membuka peluang bagi peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Namun demikian, Sutipno tidak menutup mata bahwa tantangan masih membayangi, terutama dari sisi peralatan dan pemodalan. Oleh karena itu, ia berharap peran CFCD Chapter Riau bisa lebih aktif dalam memberikan dukungan konkret kepada para petani.
“Kami berharap CFCD bisa membantu kami menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan, baik dari sisi peralatan maupun akses permodalan, agar program ini bisa berjalan optimal,” lanjutnya.
Tak hanya sampai di situ, Sutipno juga mengajak CFCD Chapter Riau untuk menjembatani kolaborasi yang lebih luas bersama dunia usaha melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami siap menjalankan program-program ini dengan sebaik-baiknya jika mendapat dukungan dari dana CSR. Kami percaya ini akan membuka banyak peluang, tidak hanya bagi ketahanan pangan lokal, tapi juga memperkuat kemandirian ekonomi desa,” tutupnya.
Pernyataan terkait kerjasama dengan Paguyuban Pendowo Limo Trans Nusantara, Ketua CFCD Chapter Riau H. Efri Yarnuri, SH, M.Si., mengatakan prinsip utama forum ini adalah menciptakan manfaat yang seimbang. Bukan hanya bagi perusahaan, tapi juga untuk pemerintah daerah dan terutama masyarakat,
Keberadaan CFCD ada di Provinsi Riau menurut Efri hadir untuk menentukan program CSR perusahaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan membantu masyarakat bersama instansi terkait, dengan memetakan kebutuhan riil masyarakat di berbagai daerah, mulai dari sektor UMKM, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.
“Kita ingin membangun sistem manajemen CSR perusahaan yang bukan hanya memberikan bantuan langsung, tapi juga menciptakan program pembinaan. Ada kesinambungan. Kita perbesar yang kecil, tanpa mengganggu yang besar,” jelas Efri.
“Kita akan mendukung kegiatan program replanting kebun karet menjadi kebun sawit oleh pihak Pendowo Limo Trans Nusantara. Kita mendorong juga aktifitas variasi tanaman seperti palawija, jagung, dan semangka. Ini bukan hanya tentang pertanian, tapi tentang menghidupkan ekonomi rakyat,” imbuhnya.
Dengan pendekatan manajemen yang lebih sistematis, partisipatif, dan terukur, CFCD Chapter Riau memberi harapan baru bagi dunia CSR di Indonesia. Tidak sekadar memberi, tetapi membina. Tidak sekadar hadir, tetapi membangun masa depan ekonomi akar rumput kerakyatan Riau untuk mendukung rencana aksi daerah 5 tahun provinsi Riau dengan membangun kolaborasi perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga keberadaan perusahaan di daerah membawa manfaat bersama sesuai dengan motto CFCD Chapter Riau yaitu Menjaga Marwah Melindungi Generasi.(Mirza Yamoli)


