Banda Aceh | MEDIAREALITAS – Ombudsman RI Perwakilan Aceh menyatakan, kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bagi nelayan di Aceh perlu ditambah, agar mereka tidak perlu antri berhari-hari untuk mendapatkannya.
“Selama ini nelayan Aceh mengeluhkan sulitnya mendapatkan subsidi solar. Mereka mengaku terkadang harus mengantri hingga lima hari untuk mendapatkan subsidi solar,” kata Kepala Divisi Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Aceh Ilyas Isti. di Banda Aceh, Kamis.
Ilyas Isti mengatakan, keluhan nelayan terkait BBM bersubsidi itu disampaikan saat tim Ombudsman mengunjungi Lampulo yang dikenal sebagai kampung nelayan di Kota Banda Aceh.
Menurut dia, kunjungan ke Lampulo untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat, khususnya nelayan, terkait permasalahan pelayanan publik. Selanjutnya dari masukan tersebut Ombudsman RI Perwakilan Aceh akan merekomendasikan tindak lanjut apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah.
Ilyas Isti mengatakan, persoalan sulitnya nelayan mendapatkan subsidi solar harus segera mendapat perhatian. Sebab, permasalahan tersebut membuat nelayan tidak bisa melaut karena kekurangan bahan bakar.
“Dan hal ini tentu berdampak pada perekonomian para nelayan karena tidak bisa menangkap ikan. Bayangkan jika mereka harus mengantri berhari-hari, dari mana mereka mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Ilyas Isti mengatakan pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah untuk menambah kuota subsidi solar bagi nelayan Aceh, agar mereka tidak berhenti melaut hanya karena tidak ada bahan bakar minyak.
Terkait subsidi kuota solar ini, kami juga sudah menghubungi pihak Pertamina Banda Aceh. Selain itu, ada juga keluhan dari nelayan terkait dangkalnya muara Pelabuhan Lampulo. Kami langsung menelepon pihak terkait untuk membicarakan keluhan nelayan tersebut, kata Ilyas Isti.
Sumber: antara

