Aceh Utara | Realitas – Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM) merasa kecewa akan sikap yang ditunjukkan PJ Bupati Aceh Utara, mereka mengira beliau seseorang yang profesional.
“Sebagai warga Aceh Utara kami mengira beliau seorang birokrat profesional dan faham kondisi masyarakat, kami sangat kecewa dengan sikap PJ Bupati yang lebih memilih nyaman di Kota Lhokseumawe ketimbang merangsang dan memajukan perekonomian masyarakatnya di Aceh Utara,” Ujar Ketua Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM), Azhar, Rabu (17/8/2022).
Seperti halnya, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang sudah rutin dilaksanakan di Lhoksukon, namun PJ Bupati Aceh Utara memilih pelaksanaan tersebut dilaksanakan di pendopo Bupati di Kota Lhokseumawe.
“Contoh kecil saja, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang sudah rutin dilaksanakan pengukuhan dan Pembubaran Paskibra itu berpusat di Lhoksukon, namun mirisnya PJ Bupati Aceh Utara malah memilih pelaksanaan tersebut dilakukan di pendopo Bupati di Kota Lhokseumawe, Padahal Pendopo yang ada dijalan Pang Lateh Lhosukon adalah Pendopo Bupati Aceh Utara, dimana Cek Mad Bupati Aceh terdahulu rutin melaksanakan pengukuhan dan pembubaran Paskibra ditempat tersebut,” Ungkapnya.
“Kami meminta ini diberitakan ke media karena kami menganggap hal kecil seperti ini saja beliau memilih dilaksanakan di Kota Lhokseumawe, maka tidak aneh hal-hal besar lainnya nanti juga berpusat disana, padahal beliau ini PJ Bupati Aceh Utara bukan PJ Wali Kota Lhokseumawe,” tambah Azhar.
Lanjut Azhar, padahal beberapa waktu lalu di media-media beliau mengatakan ingin merubah wajah Aceh Utara dari kemiskinan, sementara pada kenyataannya tidak seperti itu dan ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa PJ Bupati Aceh Utara lain perkataan dan lain lagi perbuatannya, maka kami berharap kepada PJ Bupati Aceh Utara jangan munafiklah, dan jangan membohongi kami rakyat Aceh Utara.
“Teman-teman media bila tidak percaya boleh melakukan crosscheck ke pedagang di Lhoksukon apa tanggapan mereka terhadap kebijakan sang PJ Bupati Aceh Utara yang tidak memusatkanya di Ibukota Kabupaten, semoga keluh kesah kami ini menjadi perhatian khusus kepada Bapak PJ Bupati Aceh Utara” Pintanya
“bagi kami masyarakat terutama pelaku ekonomi sebenarnya sederhana saja, jadikanlah Lhoksukon sebagai pusat segala kegiatan Kabupaten, jangan lagi hal itu dilakukan di Lhokseumawe, karena setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang paling tidak masyarakat bisa ikut berpartisipasi, begitu juga akan ada efek bagi pedagang dengan pusat kegiatan itu di ibukota kabupaten,” tambahnya.
“Ingat Pak Kami berharap banyak kepada Bapak yang kami anggap seorang profesional dan birokrat tulen (Bapak bukan kiriman Partai Politik ), Ayo sama – sama Pak kita bangun dan bangkitkan ekonomi Aceh Utara dengan memanfaaatkan dan memusatkan segala kegiatan yang punya efek ekonomi kepada masyarakat dilakukan di pusat ibu kota, karena selain menambah pendapatan pedagang, juga menambah PAD melalui pajak kas daerah, sudah cukuplah kita bayar pajak ke kota Lhokseumawe karena Rakyat Bapak Ada di Aceh Utara bukan di Kota Lhokseumawe” Tutupnya.(*)

