Aceh Singkil | Realitas – KIPAS Dibentuk Evaluasi Carut Marut Wajah Ibu Kota Aceh Singkil.
Miris melihat carut marutnya sebuah wajah ibu kota kabupaten Aceh Singkil yang sudah berusia 21 tahun. Apa yang sudah kita lihat dan Rasakan ini menjadi bahan evaluasi.
Hal itu dikatakan Ustad Roesman Hasmy kepada Realitas seusai memimpin rapat pembetukan sebuah wadah yang diberi nama (Komite Indenpenden Peduli Aceh Singkil), Rabu (10/06/2020) di cafe Wisata Danau Bilibis (WDB), Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil.

Berkaca dari wajah ibu kota Aceh Singkil sudah berusia 21 tahun ini, juga termasuk sosial budaya kemasyarakatan yang akhir-ahir ini dalam situasi yang berkembang sekan-akan terjadinya ketidak harmonisan eksekutif dengan legislatif selaku pemangku kebijakan, sehingga terkesan semakin tertinggal dari daerah lain.
Dalam menyingkapi hal itu, berapa tokoh pendiri dan tokoh masyarakat Aceh Singkil, terdiri dari tokoh ulama, akademisi, dan mantan anggota legislatif DPRD diera orde baru dan DPRK di era reformasi, tokoh Wanita, beserta stakeholder lainnya dari dapil 1. Meliputi 5 Kecamatan, Singkil, Singkil Utara, Kuala Baru, Pulau Banyak, dan Pulau Banyak Barat. Menyatakan bersepakat membetuk sebuah wadah KIPAS. Ujar Ust Roeman Hasmy.
” Ini lah saatnya tokoh tersebut bangkit kembali untuk melakukan sebuah perubahan dan pembaharun untuk kemajuan”. Ucap Roeman Hasmy.
Intinya kata Ustad Roesman Hasmy selaku inisiator juga didamping Tokoh Ulama Ramlan, mengatakan (KIPAS) adalah untuk menyerap aspirasi masyakat dalam pembangunan kemasyarakatan sosial budaya dan lain-lainya.
Nantinya akan kita sampaikan kepada Pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif dan legislatif dan juga nanti kita akan udang untuk membedah isu pebangunan Singkil ini.
Di kesempatan itu juga menegaskan, Kita terpanggil untuk menyahuti program pembangunan Pemerintah pusat yang sudah memberikan perhatian dibidang Kemaritiman telah dibuktikan hadirnya beberapa Mentri diantara, Mentri Kehutanan Siti Nurbaya, Menko Binsar Luhut Panjaitan Mentri Pariwisata dan bebera dirjen dari kementrian lainnya.
” Kita prioritas tetang di Kemaritiman ini Kelautan dan Perikanan pariwisata juga pembangunan Infrastruktur lainnya seperti jalan Singkil Bulussema yang harus kita dorong dan dukung. Pungkasnya.
“Dalam pertemuan yang akan datang nanti KIPAS akan beraudesi dengan pemerintah daerah, sipatnya memberikan masukan bukan bermaksud anti dan atau dimanai tidak baik, dan berharap jangan ada mempolitisir dari tujuaan baik ini”. Harap Roesman Hasmy.
Adapun Kepengurus KIPAS yang baru dibentuk iitu. Ketua Ir. Azmi, mantan Pj Bupati Aceh Singkil. Ketua I Drs. Ustaz Ramlan, Ketua II Ustaz Roesman Hasmy.
Sekretaris dan Wakil, Juliadi dan Ardiansyah. Bendahara Mifraini. Selain itu dibentuk juga lima ketua bidang.
Sebagai penasihat ditunjuk Ketua: Himpunan Masyarakat Wilayah Singkil-Subulussalam Indonesia, Teungku ustad Abdussalam, Ir Asmardin, Ismail Saleh, dan Ustaz Adlin, BA. (Rostani/Yudi).

