Pekanbaru I Realitas – Rakor Badan Restorasi Gambut 2019, Bahas Pemanfaatan Lahan Bekas Terbakar, Pemerintah Propinsi Riau melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Restorasi Gambut tahun 2019, hal ini bertujuan untuk membangun kepedulian masyarakat yang peduli terhadap kelangsungan ekosistem gambut.
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di kota Pekanbaru dihadiri oleh Perwakilan Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Kepala OPD Propinsi Riau, Kadis LHK Propinsi Riau Ir Ervin Rizaldi, MH, Kadis LHK Kabupaten/Kota, para mitra kerja ketua kelompok masyarakat (Pokmas) TP Dinas LHK tahun 2019, dan para tamu undangan lainnya.
Perlu diketahui, wilayah Propinsi Riau yang mayoritas luas lahannya terdiri dari gambut dan memiliki kubah gambut yang perlu dijaga.
Maka dari itu, sesuai dengan keputusan Gubernur Riau dibentuklah Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) melalui pelaksanaan anggaran Tugas Pembantuan (TP) pada Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Propinsi Riau yang bertujuan mendukung dan melancarkan tugas Badan Restorasi Gambut.
Adapun kegiatan Restorasi gambut tersebut dilaksanakan melalui 3 hal, yaitu Pembasahan, Penanaman kembali dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (3P).
Pendekatan secara menyeluruh ini diharapkan tidak hanya memperbaiki lingkungan namun, juga mendorong perubahan dalam praktek kegiatan masyarakat agar mendukung restorasi gambut dan pengelolaan gambut yang lestari.
Dalam hal ini Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Propinsi Riau Ir Ervin Rizaldi, MH mengatakan bahwasanya melalui anggaran Tugas Pembantuan (TP) tahun 2019 telah dilakukan pembasahan atau pembangunan sekat kanal dan sumur bor, Revegetasi di lahan bekas terbakar serta Revitalisasi Ekonomi Masyarakat.
“Untuk kegiatan Reviltalisasi Ekonomi Masyarakat kita telah membentuk kegiatan budidaya ternak sapi, bebek, kerbau, ayam potong, dan kambing.
Kita juga melakukan budidaya tanaman nenas, kencur, ubi kayu, pengolahan biji kopi, serta kerajinan seni ukir,” Ujar Kadis LHK Propinsi Riau sembari menambahkan kegiatan ini dikerjakan melalui Swakelola melalui Pokmas yang dibentuk oleh Restorasi Gambut Riau, kamis 5/12/2019.
Ia pun menyampaikan, sesuai harapan Gubernur Riau H. Syamsuar agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat merugikan kesehatan masyarakat serta perekonomian Riau kedepannya.
“Keseriusan ini kita perlihatkan melalui pengadaan dan penyediaan eskavator di setiap kecamatan dan masyarakat yang mau melakukan pengolahan lahan bekas terbakar akan kita beri bantuan biaya secara gratis,” Ujar Ervin.
“Dan untuk tahun ini kita akan mengadakan penambahan bantuan pompa portable yang bisa dibawa ke dalam hutan sebanyak 40 unit,” Tutup Kadis LHK Propinsi Riau.
Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Desa Sungai Segajah Makmur Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Dwi Rimawan menyampaikan rasa syukurnya terhadap program yang dilakukan oleh Dinas LHK Propinsi Riau dan Badan Restorasi Gambut RI.
“Pada tahun 2017 kebawah lahan gambut di wilayah kami tidak bisa sama sekali dimanfaatkan. Dengan adanya pembangunan program pembahasan infrastruktur gambut ini azas manfaat sangat jelas di desa kami ini,” Ujar Dwi.
Ia juga menyampaikan ada lima kelompok masyarakat (Pokmas) yang telah dilakukan yaitu pembangunan sumur bor ada satu Pokmas dan sekat kanal ada empat pokmas.
“Saat ini pembasahan lahan gambut di tempat kami dimanfaatkan dengan tanaman – tanaman Holti, karena kita akui gambut memiliki banyak mineral dan kadar tanah yang sangat bagus,” Tutup Kades Sungai Segajah Makmur.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber dan diakhiri dengan makan siang bersama. (Mirza/Yudi)



