Bekasi | Realitas – Kementerian Perhubungan memperluas sistem ganjil-genap di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Sistem ganjil-genap kini turut diberlakukan pada Gerbang Tol (GT) Tambun, setelah pada Maret 2018 lalu sudah diterapkan pada tiga titik yakni GT Bekasi Barat 1, GT Bekasi Barat 2, dan Bekasi Timur.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, perluasan tersebut untuk mengurai kemacetan yang di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Pasalnya, pemberlakuan ganjil-genap sebelumnya dinilai belum memberikan hasil yang maksimal, terlebih memang ada 3 proyek infrastruktur nasional yang dibangun di area tersebut yakni Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated), Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Light Rail Transit (LRT).
“Apa yang kita lakukan memang belum maksimal. Oleh karena itu dilakukan rapat dengan stakeholder jalan Tol Jakarta-Cikampek, yaitu pihak Jasa Marga, BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek), Kepolisian, dan Dinas Perhubungan,” katanya dalam konferensi pers di Apartemen Grand Dhika City, Bekasi, Selasa (20/11/2018).
Dia menjelaskan, keputusan dari rapat koordinasi tersebut selain perluasan wilayah juga perpanjangan waktu sistem ganjil-genap. Kini menjadi setiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 05.00-10.00 WIB dari sebelumnya pukul 06.00-09.00 WIB.
Penutupan Lajur Tol Jakarta-Cikampek untuk Pengujian Box Girder
“Ganjil genap akan kita lakukan dari jam 05.00 sampai jam 10.00, karena kita ingin hasilnya improve (meningkat),” katanya.
Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) Hindro Surahmat menambahkan, perluasan ganjil genap akan efektif berlaku pada bulan Desember 2018.
“Ganjil genap tambah yakni Gerbang Tol Tambun (berlaku efektif) awal bulan Desember.
Saat ini hingga akhir November dilakukan sosialisasi,” jelas dia dalam kesempatan yang sama.
Meski demikian, disediakan 3 unit bus untuk bisa digunakan masyarakat sebagai kompensasi dari sistem ganjil-genap yang membatasi kendaraan.
“Sehingga diharapkan para pengguna jalan bisa beralih ke angkutan umum ini (bus),” kata dia. (okezone/iqbal)

