BBM di Kabupaten Sintang Alami Kelangkaan Akibat Debit Sungai Kapuas Mengalami Penurunan, Bupati Sintang Nilai Pertamina Kurang Strategi Antisipasi.

oleh -24.759 views

Sintang, Kalbar | REALITAS  – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama empat hari terakhir di Kabupaten Sintang membuat harga eceran di kios mencapai Rp17.000 per liter.

Hal itu di sebabkan terjadi penipisan Stok Pertalite dan Pertamax di Depot Pertamina Sintang, hal itu disebabkan kapal tugboat pengangkut BBM hanya bisa berlayar hingga Sanggau dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Sintang karena pendangkalan alur di Sungai Kapuas akibat menurunnya debit air.

Hal itu di sampaikan oleh kepala Depot Pertamina Rizky Firmansyah yang hadir bersama perwakilan Pertamina Patra Niaga Bisma Abdillah saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional yang digelar di Pendopo Bupati yang juga di hadiri langsung oleh Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Balla,Jumat (13/2/2026).

Rizky menjelaskan bahwa akibat Terkendala kapal tugboat masuk langsung ke Depot Sintang serta Suplay Point di Sanggau belum terealisasi SPBU – SPBU yang ada terpaksa mengambil BBM dengan menggunakan truck tangki Ke Pontianak.

“Kendala tersebut memaksa SPBU yang ada mengambil BBM menggunakan truk tangki ke Pontianak. Kami sudah mengajukan pembangunan supply point di Sanggau, tetapi belum terealisasi. Seandainya supply point di Sanggau sudah beroperasi, dalam kondisi kemarau SPBU bisa mengambil BBM dari Sanggau, bukan Pontianak,” jelas Rizky.

BACA JUGA :  Pembangunan Kandang Kambing BUMDes Meurandeh Tengah Disorot, Anggaran Rp20 Juta: YARA Langsa Desak Kajari Periksa Sejumlah BUMdes Pemko Langsa

Menanggapi penjelasan tersebut, Bupati Sintang menyayangkan belum terealisasinya pembangunan supply point di Sanggau. Ia menilai kondisi pendangkalan Sungai Kapuas bukanlah persoalan baru dan seharusnya sudah diantisipasi sejak lama.

“Dangkalnya Sungai Kapuas ini bukan hal baru. Seharusnya pengajuan supply point di Sanggau sudah dilakukan sejak lama. Saya minta Pertamina lebih keras berusaha membangun supply point di Sanggau,” tegasnya.

Bupati juga meminta Pertamina memiliki strategi tetap dalam menghadapi musim kemarau yang terjadi setiap tahun.

“Musim seperti ini kan setiap tahun terjadi dan tidak tiba-tiba. Kalau curah hujan berkurang, harusnya langsung siapkan opsi lain untuk memperlancar distribusi BBM ke Sintang. Ke depan, kalau seminggu tidak ada hujan, langsung siapkan langkah antisipasi. Jangan menunggu kemarau lama baru sibuk,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kelangkaan BBM tersebut telah memicu antrean panjang di sejumlah SPBU, bahkan warga harus menunggu hingga satu sampai dua jam. Dampaknya, aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.
“Proses ekonomi tidak bisa bergerak, kerugiannya sudah berapa. Jadi saya mohon Pertamina, kalau ada persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah daerah, sampaikan. Kami siap penuhi, asal distribusi BBM lancar,” katanya.

BACA JUGA :  Pelangi Hotel Internasional Raih Golden Award 2026 di Jakarta

Bupati juga menambahkan bahwa ada elemen masyarakat yang berencana menggelar aksi demonstrasi terkait kelangkaan BBM. Namun, ia memilih menahan sementara agar situasi tetap kondusif.

“Sebenarnya ada elemen masyarakat yang mau demo, tapi saya tahan dulu. Saya ingin menjaga semuanya. Namun saya juga punya keterbatasan untuk menahan orang agar tidak demo. Saya juga ingin menjaga reputasi bapak-bapak di Pertamina,” ucapnya dengan nada tinggi.

Di akhir pernyataannya, Bupati Sintang menegaskan komitmennya membantu percepatan pembangunan maupun pengaktifan supply point di Sanggau demi kelancaran distribusi BBM ke wilayahnya.

“Termasuk persyaratan agar supply point di Sanggau diaktifkan atau dibangun, saya siap bantu,” tutupnya.(Totom)