Bekasi | REALITAS — Jembatan bendungan yang menjadi akses utama penghubung antara Desa Pantai makmur dan Desa Sagara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.
Struktur jembatan dilaporkan mulai rapuh dan nyaris ambruk, sehingga membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan.
Kerusakan jembatan diduga kuat akibat sering dilintasi kendaraan bertonase berat yang melebihi kapasitas. Aktivitas tersebut meningkat seiring banyaknya kendaraan pengangkut material bangunan yang melintas di kawasan tersebut.
Kepala Dusun Desa Pantaimakmur, H. Madinah, atau yang akrab disapa Kadus Antel, mengatakan kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan. Saat dilakukan pengecekan langsung ke bagian bawah jembatan, ditemukan sejumlah besi penyangga yang mengalami patah dan keropos.
“Jembatan ini sudah goyang kalau dilewati kendaraan. Waktu saya cek ke bawah, banyak besi penyangga yang patah. Kalau terus dibiarkan, bisa ambruk dan membahayakan warga,” ujar Kadus Antel
Ia menambahkan, jembatan bendungan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat kedua desa, termasuk akses ekonomi, pendidikan, dan layanan darurat. Selain itu, jembatan juga menjadi jalur operasional menuju kawasan PLTGU.
Menurutnya, jembatan tersebut sebelumnya dibangun dengan dukungan pihak PLTGU, termasuk pengecoran jalan akses. Namun kondisi saat ini menunjukkan perlunya penanganan serius dari pemerintah daerah.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Bekasi dan instansi terkait segera melakukan inspeksi teknis serta membatasi kendaraan bertonase berat yang melintas sebelum dilakukan perbaikan atau pembangunan ulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun pengelola PLTGU terkait langkah penanganan jembatan tersebut. (ZP)

