Karawang | REALITAS — Pesatnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karawang menuntut pengawasan yang lebih serius terhadap kualitas dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Di tengah dinamika tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (DPD AKKI) Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya dalam mengawal profesionalitas pelaku jasa konstruksi.
Ketua DPD AKKI Karawang, Dede Sunarya, SE, menyatakan bahwa proyek konstruksi yang dibiayai oleh anggaran negara maupun daerah tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi harus memenuhi standar teknis, regulasi, dan asas akuntabilitas.
“Pekerjaan konstruksi itu menyangkut keselamatan, manfaat jangka panjang, dan kepercayaan publik. Kalau kualitas diabaikan, dampaknya bisa merugikan masyarakat dan keuangan negara,” ujar Dede.
Asosiasi Dorong Pengawasan Sejak Tahap Pelaksanaan
Menurut Dede, peran asosiasi kontraktor tidak sebatas sebagai wadah berhimpun pelaku usaha, melainkan juga sebagai mitra strategis dalam menjaga mutu pembangunan. AKKI Karawang mendorong agar setiap pekerjaan konstruksi diawasi secara berjenjang, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima pekerjaan.
AKKI juga menekankan pentingnya kepatuhan kontraktor terhadap spesifikasi teknis, gambar kerja, dan ketentuan kontrak. Hal ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya penyimpangan pekerjaan yang kerap berujung pada temuan pemeriksaan.
“Kami mendorong anggota agar bekerja sesuai aturan. Kalau sejak awal sudah benar, pengawasan tidak akan menjadi momok,” tegasnya.
Menjawab Sorotan Publik terhadap Proyek Bermasalah
Belakangan, sorotan publik terhadap sejumlah proyek konstruksi di berbagai daerah, termasuk Karawang, semakin meningkat. Mulai dari dugaan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi hingga kualitas bangunan yang cepat rusak.
Menanggapi hal tersebut, Dede menilai pengawasan publik merupakan bagian dari kontrol demokrasi yang harus disikapi secara terbuka. Ia menegaskan, kontraktor profesional seharusnya tidak alergi terhadap kritik dan pemeriksaan.
“Pengawasan itu bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk memastikan uang negara digunakan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Jaga Profesionalitas Kontraktor Lokal
AKKI Karawang juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas kontraktor lokal agar mampu bersaing secara sehat. Dede menyebut, kontraktor yang profesional, tertib administrasi, dan taat regulasi akan lebih siap menghadapi pengawasan dari lembaga manapun.
Asosiasi mendorong anggotanya untuk memenuhi ketentuan perizinan, sertifikasi badan usaha, serta kompetensi tenaga kerja konstruksi sesuai peraturan perundang-undangan.
“Kalau kontraktor lokal kuat secara administrasi dan teknis, maka pembangunan daerah juga akan lebih berkualitas,” katanya.
Komitmen Kawal Pembangunan Berintegritas
DPD AKKI Karawang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendorong pembangunan yang berintegritas. Di bawah kepemimpinan Dede Sunarya, asosiasi ini menyatakan siap menjadi mitra kritis pemerintah daerah sekaligus penjaga marwah profesi kontraktor.
AKKI berharap pembangunan di Karawang tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.(Zey/Pay)


