Serawai | REALITAS — lima Jembatan yang berada di jantung ibukota kecamatan Serawai, kabupaten Sintang, Kalimantan barat lebih dari dua dekade praktis tidak tersentuh pembangunan, hal itu mengakibatkan kelima jembatan tersebut di penuhi lubang di mana mana, sehingga sehingga setiap saat mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas.
Dari pantauan awak media realitas yang melakukan investigasi langsung ke lapangan, jembatan tersebut di bangun dengan bahan dasar kayu kelas satu, di mana bahan tersebut tidak mudah rusak dalam kurun waktu 20-30 tahun, dengan ketebalan papan lantai yang mampu menahan beban sampai belasan ton maka dapat di pastikan kalau jembatan-jembatan tersebut tidak rusak dan berlubang karena faktor non teknis tapi karena usia, menurut perkiraan jembatan-jembatan tersebut sudah berusia lebih dari dua dekade dan menurut keterangan warga sekitar selama itu pula tidak pernah ada upaya perbaikan dari Pihak pemerintah.
Salah satu tokoh Agama kecamatan Serawai Pendeta Bolser ikut menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi jembatan yang ada di wilayah kota Nanga Serawai tersebut saat bincang-bincang di warung kopi Alung pada Kamis, (10/9/25).
Menurutnya kondisi jembatan tersebut butuh penanganan segera, karena selain menghambat aktivitas pengguna jalan tapi juga setiap saat mengancam keselamatan pengguna yang melintas.
“Bagaimana pun caranya pihak terkait baik itu pemerintah atau pihak berkompeten harus segera melakukan perbaikan, sebab kondisi jembatan tersebut bisa mengancam nyawa siapapun yang melintas,” ujar Bolser.
“Yang saya lihat jembatan-jembatan yang ada dalam kota Nanga Serawai ini hampir semuanya rusak parah, bahkan ada 3 unit yang berada di dekat fasilitas pemerintah, yaitu jembatan di dekat Koramil dan Polsek, depan puskesmas dan samping kantor camat, semuanya sudah sangat parah dan butuh pembangunan sesegera mungkin, bahkan yang di depan Koramil itu saya lihat sampai di tanami warga pohon pisang,” Jelasnya.
Bolser yang merupakan Tokoh Agama Kristen protestan kecamatan Serawai juga berharap agar jembatan-jembatan yang ada itu di bangun ulang dengan pondasi beton.
“jembatan-jembatan di dalam kota Serawai ini yang saya lihat semua di bangun menggunakan bahan kayu, sudah tidak relevan lagi dengan kondisi yang ada, karena saat ini jalur darat sudah tembus ke Serawai otomatis kendaraan dengan volume muatan tinggi akan sering masuk, terutama truk ekspedisi pengangkut sembako, jadi saya berharap pemerintah terkait segera membangun jembatan dengan rangka beton, dan itu harus segera, sebab jika tidak di bangun segera akan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat seluruh kecamatan Serawai, bahkan juga kecamatan Ambalau yang juga sering mengangkut barang lewat darat dan bongkar di Nanga Serawai,” Tutupnya.
Sementara itu Odung salah satu warga yang memiliki tempat tinggal persis di antara jembatan yang rusak tersebut begitu menyesal atas minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur yang ada di kota Nanga Serawai tersebut.
“Tolong lah kepada Pihak terkait yang memiliki kewenangan terhadap jembatan ini untuk perduli, apa perlu tunggu sampai ada yang patah kaki tangan atau bahkan nyawa melayang dulu baru di perbaiki,” ujar nya kesal.
Menurut Odung jembatan yang berada di jalan utama masuk kota Serawai menuju pasar sering di lalui truck ekspektasi dengan muatan yang maksimum, sehingga karena kondisi dan usia nya sudah tua maka truck-truck ekspedisi tersebut semakin memperparah kerusakan yang ada.
“Jembatan Ini kan jalur masuk ke pasar, Truck ekspedisi sembako dengan muatan bahkan di atas 10 ton hampir setiap saat lewat, itu semakin menambah parahnya saja,” Tandas Odung.(Totom)

