Santri Riau Siap Berlaga di Kancah Nasional di Ajang MQK 2025

oleh -52.759 views
Santri Riau Siap Berlaga di Kancah Nasional di Ajang MQK 2025

Pekanbaru | REALITAS – Semangat membumikan tradisi keilmuan Islam terus menyala di Bumi Lancang Kuning. Provinsi Riau mencatatkan langkah besar dalam mempersiapkan delegasi terbaiknya untuk ajang Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) tingkat nasional tahun 2025 yang akan digelar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Ajang ini menjadi pembuktian kemampuan santri dalam memahami dan menelaah kitab-kitab kuning klasik merupakan salah satu warisan khazanah Islam yang tak lekang oleh zaman.

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Dr. H. Syahruddin, M.Sy, menyampaikan bahwa seleksi awal di tingkat provinsi telah dilakukan secara objektif dan transparan melalui ujian Computer Based Test (CBT) pada 17–19 Juni lalu.

Ia menyampaikan sebanyak lebih dari 500 santri ambil bagian dalam seleksi ini, yang mencakup 28 cabang lomba dari berbagai disiplin ilmu keislaman seperti nahwu, fikih, ushul fikih, dan akhlak.

“Alhamdulillah, dari hasil seleksi tersebut, pusat telah menetapkan 10 nilai tertinggi untuk setiap cabang lomba. Dari situ, kami akan membawa 28 peserta terbaik dengan peringkat pertama di masing-masing cabang untuk mengikuti tahap penyisihan nasional secara daring pada bulan September,” ujar Dr. Syahruddin.

Penyisihan tahap nasional yang akan berlangsung secara daring ini menghadirkan sistem penilaian langsung dari penguji pusat kepada peserta terpilih, tanpa perantara. Seleksi dilakukan secara fair, murni, dan bebas intervensi, sebagaimana ujian daring yang berbasis sistem IT modern.

“Santri yang berhasil menembus enam besar nasional akan otomatis menjadi kontingen Riau di ajang puncak MQK Nasional di Sulawesi Selatan, Oktober mendatang. Mereka bukan hanya membawa nama pesantren dan keluarga, tetapi juga harapan dan kehormatan Riau di kancah nasional. Peserta yang masuk enam besar tidak akan pulang dengan tangan kosong, sebab panitia nasional menjanjikan minimal penghargaan pada harapan tiga,” sebut Syahruddin.

Tidak berhenti di situ, Riau juga tengah bersiap menggelar seleksi tambahan untuk lomba debat Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Masing-masing tim akan diisi oleh tiga santri, dengan komposisi yang fleksibel baik putra, putri, maupun campuran.

Seleksi ini menurut Syahruddin akan menambah kekuatan kontingen Riau untuk bertanding di MQK sebagai ajang yang menggabungkan kecakapan intelektual dan keterampilan komunikasi global.

“Kami percaya, MQK bukan sekadar perlombaan, tapi ajang pendidikan karakter, kecintaan terhadap literatur klasik Islam, serta penguatan identitas santri sebagai penjaga khazanah keilmuan,” tutur Dr. Syahruddin.

Musabaqah Qiraatul Kutub menjadi cerminan bahwa pesantren bukan hanya pusat ibadah, tapi juga laboratorium intelektual Islam.

Lewat proses seleksi ketat, objektif, dan profesional, Provinsi Riau telah menunjukkan keseriusan dalam mencetak generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak, dan siap bersaing di era global. (Mirza Yamoli)