Aceh Singkil | REALITAS – Muklis Camat Pulau Banyak Aceh Singkil ditemukan sudah tak bernyawa dalam keadaan tergantung dengan seuntas tali nilon di sebatang pohon Cemara pantai di bekang sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Pulau Balai, Jumat, 16 Agustus 2024.
Mukhlis dilaporkan diketahui hilang oleh pihak keluarga dan telah melakukan pencarian ke berbagai tempat. Bahkan hingga Minggu 11 Agustus 2024 pencarian masih terus dilakukan melibatkan tim gabungan Basarnas, TNI, Polri dan masyarakat, namun sampai pencarian dihentikan.
Kapolres Aceh Singkil, AKBP Suprihatiyanto, S.I.K. melalui Kasi Humas, Ipda Eska Agustinus Simangunsong kepada Rabu 14 Agustus 2024 mengatakan benar adanya laporan pihak keluarga terkait Camat Pulau Banyak yang hilang.
“Pada tanggal 11 Agustus 2024, salah satu anggota keluarga dari korban telah melaporkan ke Polsek bahwa yang bersangkutan sudah hilang kontak sejak hari Jumat. Dari Polsek telah dikeluarkan surat laporan keterangan orang hilang,” terang Ipda Eska.
Dikatakan Ipda Eska, keberadaan Muklis tidak diketahui sejak Jumat, 9 Agustus 2024. Keluarga dan masyarakat telah berupaya mencari keberadaan korban, namun tidak membuahkan hasil.
“Memang pada tanggal 9 Agustus 2024, keluarganya mengetahui bahwa yang bersangkutan tidak di rumah lagi. Kemudian dilakukan pencarian selama tiga hari, dan tidak ada ditemukan hasil,” tuturnya.
Dari informasi dari Istri Muklis, terakhir kali melihatnya pada Jumat, 09 Agustus 2024 sekitar pukul 02.00 dinihari sedang bermain handphone di ruang tamu. Namun, saat bangun pada pukul 06.10 sang istri tidak lagi menemukan Mukhlis di dalam rumah.
PJ. Bupati Aceh Singkil Drs. Azmi, MAP. usai pengukuhan Paskibraka 16 Agustus 2024 saat dikonfirmasi Realitas, membenarkan Muklis sudah ditemu dalam keadaan tidak bernyawa.
” Saya tidak berani memberikan penjelasan motifnya apa hingga terjadi seperti ini, karena belum ada laporan resmi diterima”, ujarnya.
Dikesempatan itu Azmi menyampaikan ucapan berlangsung Kawa atas meninggalnya Muklis, semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggal kan diberikan kesabaran dan ketabahan.(*)

