Cerita Doris Yang Jadikan Rumahnya Posko Bencana, Kini Kekurangan Air Bersih

oleh -24.579 views
Cerita Doris Yang Jadikan Rumahnya Posko Bencana, Kini Kekurangan Air Bersih
Posko pasca bencana 2 Simpang Manunggal di Jorong Dusun Tuo, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Limo Kaum, Tanah Datar(Foto Tribun)

MEDIAREALITAS – Doris, warga Nagari Limo Kaum, Tanah Datar, Sumatera Barat menjadikan rumahnya sebagai posko bencana. Saat ini, ada 53 orang yang tinggal di rumah Doris yang berada tak jauh dari Simpang Manunggal yang menjadi lokasi banjir bandang.

Di depan rumah yang masih berdiri kokoh itu tergantung papan dengan tulisan “Posko Pasca Bencana 2 Simpang Manunggal”. Sisi depan teras beralas tikar dan tampak beberapa orang duduk serta ada yang memangku anak kecil. Terlihat juga seorang lansia yang tidur bersandar di pojokan rumah. Sementara tampak anak-anak yang berlarian.

Doris, pemilik rumah mengatakan warga yang tidur di rumahnya masih satu keluarga. “Kurang lebih ada 53 orang warga yang terdampak banjir bandang, kami semua masih ada ikatan keluarga atau karib kerabat,” ucap Doris Kepada Wartawan, Senin 13 Mei 2024.

BACA JUGA :   Tidak Kooperatif Berantas Judi Online, Pemerintah Ancam Tutup Telegram

Ia mengatakan warga yang terdampak banjir sudah menginap di rumahnya sejak Sabtu 11 Mei 2024 malam. Doris pun mengaku tak masalah rumahnya dijadikan posko. Malah ia mengaku senang karena bisa membantu para korban.

“Warga yang mengungsi bebas tidur di mana saja yang penting muat dan nyaman berhubung kondisi rumah saya tak terlalu besar,” katanya. Doris mengatakan kebutuhan makanan sudah terpenuhi dari bantuan. Namun untuk air bersih masih belum mencukupi.

“Stok air bersih tidak mencukupi kemudian karna mati lampu kami menggunakan genset tapi stok bahan bakarnya pun terbatas karna kami kekurangan biaya,” ucap dia Menurut Doris, warga yang datang ke rumahnya hanya membawa pakaian yang melekat di badan karena semua barang serta surat berharga lainnya hilang.

BACA JUGA :   Tidak Kooperatif Berantas Judi Online, Pemerintah Ancam Tutup Telegram

Selain itu, menurut Doris, anak-anak korban banjir tampak ketakutan melihat kondisi rumahnya yang penuh lumpur, kayu dan material lainnya. “Mengatasi kemungkinan trauma yang dihadapi mereka tadi ada polisi yang menghibur serta memberikan terapi mental,” terangnya. Ia pun berharap ada pasokan air bersih dan bahan bakar genset untuk kebutuhan bersama untuk warga terdampak banjir(*)

Sumber: Kms