Kapal Ikan China Terbalik di Samudra Hindia

oleh -768.579 views
oleh
Kapal Ikan China Terbalik di Samudra Hindia
Ilustrasi

MEDIAREALITAS – Kapal penangkap ikan China terbalik di Samudra Hindia, tidak ada satupun anak buah kapal (ABK) yang selamat.

Sementara para penyelam militer asal Sri Lanka berhasil menemukan 14 jenazah lainnya di dalam kapal penangkap ikan China yang terbalik di Samudra Hindia pekan lalu.

Operasi pencarian terhadap puluhan anak buah kapal (ABK) yang hilang terus berlanjut, meskipun Beijing memperkirakan tidak ada korban selamat dalam insiden itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (24/5/2023), temuan belasan jenazah itu diumumkan sehari setelah hasil penyelidikan awal oleh Kementerian Transportasi China menyimpulkan bahwa diperkirakan tidak ada korban selamat dalam insiden kapal terbalik itu.

Kapal penangkap ikan bernama Lu Peng Yuan Yu 028 itu membawa 39 anak buah kapal (ABK), yang terdiri atas 17 warga China, 17 warga negara Indonesia (WNI) dan lima warga Filipina.

Kapal itu terbalik pada 16 Mei lalu saat berlayar di perairan Samudra Hindia bagian tengah. Lokasi insiden itu berada dalam zona pencarian dan penyelamatan Australia yang luas, atau berjarak 5.000 kilometer sebelah barat Perth, ibu kota negara bagian Australia Barat.

BACA JUGA :   Inggris akan Laksanakan Pemilu 4 Juli

Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan secara internasional, dengan melibatkan beberapa negara seperti Australia, India, Sri Lanka, Indonesia, Maladewa dan Filipina.

Angkatan Laut Sri Lanka, dalam pernyataan terbaru, mengumumkan bahwa para penyelam militer mereka berhasil mengevakuasi dua jenazah dan melihat 12 jenazah lainnya di dalam lambung kapal yang terbalik pada Selasa (23/5) waktu setempat.

Sejumlah foto yang menunjukkan lambung kapal berwarna merah dalam keadaan terbalik dan nyaris tenggelam sepenuhnya juga dirilis oleh Angkatan Laut Sri Lanka, beserta beberapa foto jenazah yang berhasil dievakuasi dari lautan.

“Karena pembusukan dan potensi bahaya kesehatan yang ditimbulkan dengan beroperasi di perairan yang terkontaminasi, dengan alat pelindung terbatas, maka diputuskan bahwa mengevakuasi jenazah-jenazah itu akan sangat berbahaya,” jelas Angkatan Laut Sri Lanka dalam pernyataannya.

Disebutkan juga oleh Angkatan Laut Sri Lanka bahwa lokasi 12 jenazah di dalam lambung kapal telah dipetakan dan diserahkan kepada otoritas China.

BACA JUGA :   Inggris akan Laksanakan Pemilu 4 Juli

Identitas dan status kewarganegaraan dari jenazah-jenazah yang ditemukan itu belum bisa diketahui secara jelas.

Pada Senin (22/5) waktu setempat, media pemerintah Beijing melaporkan sedikitnya tujuh jenazah telah ditemukan oleh kapal-kapal penyelamat China dan Sri Lanka. Namun juga tidak dijelaskan lebih lanjut soal identitas dan asal kewarganegaraan ketujuh jenazah yang ditemukan itu.

Sementara Kementerian Transportasi China, dalam pernyataan pada Selasa (23/5) waktu setempat, mengungkapkan hasil penyelidikan awal pemerintah yang menyatakan bahwa ‘dari analisis terhadap kapal yang terbalik… diperkirakan tidak ada yang selamat dari kapal tersebut’.

Disebutkan juga oleh Kementerian Transportasi China bahwa para petugas penyelamat telah menjelajahi area perairan seluas 64.000 kilometer persegi dan ‘tidak menemukan tanda-tanda korban selamat’.

Dalam pernyataannya, Kementerian Transportasi China menambahkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan telah diturunkan levelnya menjadi ‘penyelidikan skala kecil selama 48 jam’ sejak Selasa (23/5) pagi waktu setempat.

Sumber : detik