Jakarta | Realitas – ASNLF mengecam keras pemajangan foto dua tokoh penting Aceh Merdeka (Alm) Tgk. Hasan Tiro dan (Alm) Tgk. Abdullah Syafie pada latar acara pelantikan pengurus baru Partai Gerindra di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa (20/12/2022) malam lalu.
Pemajangan foto kedua tokoh tersebut sarat kepentingan politik pragmatis dan melegitimasi kepentingan perpanjangan partai nasional di Aceh, sangat mempermalukan bangsa Aceh. Yang mempersandingkan kedua foto Almarhum dengan partai nasional Indonesia di bawah pimpinan oknum menteri Kemenhan RI yang pernah berperang dengan rakyat Aceh di masa konflik bersenjata, sangatlah tidak beradap.
Tidak dapat dipungkiri , bahwa kedua tokoh pergerakan Atjèh Meurdéhka (Alm) Tgk. Hasan Tiro dan (Alm) Tgk. Abdullah Syafie adalah milik bangsa Aceh dan tidak ada keterkaitan dengan kepentingan Partai Nasional (Panas) di Indonesia.
Patut dikecam apapun upaya ini untuk mengecoh dan bagian agenda setting opinion demi kemenangan parnas di Aceh. “Wahai orang Aceh, sadarilah ini semua, ini bukanlah untuk kepentingan Politik Lokal(Parlok), melainkan semata dimanfaatkan untuk kepentingan politik nasional.
Hasil amatan dari berbagai sisi, Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF), berkesimpulan, bahwa apapun dalih yang digunakan oleh “sipenjual” kedua kodak almarhum tokoh Aceh Merdeka ini sangat tidak bisa diterima dengan akal sehat.
Bahkan, secara tidak langsung fakta ini bisa dikatakan sebagai sebuah penghinaan dan penipuan sejarah (deception of history). Ahistoris ini perlu dikoreksi agar tidak dijadikan alibi oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan politik di Aceh, terutama menjelang pemilu serentak 2024 yang biasanya “menjual” jargon-jargon yang mengatasnamakan perjuangan Aceh.
Selanjutnya ASNLF menyampaikan apresiasi kepada siapa saja yang masih menghormati kedua tokoh Aceh Merdeka tersebut, meskipun cita-cita beliau belum terwujud. Ideologi perjuangan yang beliau sampaikan kepada kita masih terpahat dalam hati. Semoga perjuangan almarhum terus bisa berkelanjutan. (*)

