Ribuan Hektar Tanaman Padi Terancam Milik Warga Aceh Timur Gagal Panen

oleh -121.759 views
Ribuan Hektar Tanaman Padi Terancam Milik Warga Aceh Timur Gagal Panen
foto waspada.id

Idi | Realitas – Akibat hujan deras hingga banjir, ribuan hektar tanaman padi milik warga di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, terancam gagal panen.

“1.090 hektar tanaman padi karam di 13 desa dalam dua kecamatan. Ini berdasarkan data yang kita rekap dari penyuluh pertanian dilapangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur, Erwin Atlizar, kepada Waspada, Minggu (13/11/2022).

Dijelaskan, titik tanaman padi yang terendam diantaranya berada dalam Kecamatan Peureulak meliputi Gampong Blang Batee, Tanah Rata, Bandrong, Paya Lipah. Luas tanaman padi yang terendam mencapai 120 hektar.

BACA JUGA :  Hasil Investigasi Media Realitas : ‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Diduga Pungut Fee Proyek Revitalisasi sekolah Aceh Timur ‎

Lalu, Kecamatan Peureulak Barat meliputi Gampong Mon Geudong, Paya Seungat, Tanjong Tualang, Beusa Seberang, Paya Gajah, Beusa Baroh, Teumpeun, Beringin, dan Kabu. “Luasnya tanaman padi yang karam mencapai 970 hektar,” sebutnya.

Selain tanaman padi yang terancam gagal panen, Erwin Atlizar menyebutkan, bahwa lahan persemaian padi juga karam di Peureulak. “Puluhan hektar sawah yang karam di Peureulak, sehingga petani kita akan kembali gagal tanam, lebih-lebih kondisi banjir di persawahan masih seperti laut, belum terlihat pematang sawah,” timpa Erwin.

BACA JUGA :  Hasil Investigasi Media Realitas : ‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Diduga Pungut Fee Proyek Revitalisasi sekolah Aceh Timur ‎

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan data yang masuk pihaknya juga mengetahui adanya tanaman padi yang karam di Kecamatan Ranto Peureulak, yang meliputi Gampong Seumanah Jaya seluas empat hektar tanaman jagung.

“Semua data yang terkena banjir ini telah kita laporkan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Aceh. Begitu juga ke Kementerian Pertanian RI di Jakarta,” demikian Erwin Atlizar. (*)

Sumber: waspada