Muara Enim | Realitas – Diduga Pembuatan Patok/Tugu Desa dari dinas DPMD Kabupaten Muara Enim, Sumsel, terjadi Mark Up.
Seperti diketahui, pembuatan tapal batas Desa di jadikan ajang korupsi oleh oknum pegawai di dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Muara Enim.
Pekerjaan proyek tugu tapal batas ini adala APBD pada tahun 2021.
Menurut keterangan masyarakat yang enggan di sebutkan namanya kepada Media Realitas, Minggu (2/9/2022) menyebutkan perbuatan tapal batas Desa tersebut memang jelas korupsi.
Karena untuk satu tugu jika kita berhitung cepat saja katakanla tugu itu sepanjang dua meter menelan besi dan batu split serta semen komponen laennya kita besarkan empat juta rupiah dan kita tambah untuk biaya sosialisasi hingga tugu itu berharga lima juta rupiah serta upah tukang, sedangkan nilai pagu anggarannya adalah Rp 9900,000. bebernya.
Sementara Media Realitas mengkonfirmasi dengan orang dinas PMD beberapa hari yang lalu yang diterima Noviar selaku sekretaris dinas, menjelaskan bahwa informasi yang kami terima dari tim PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) bahwa disitu sudah termasuk dana sosialisasi dan biaya pemantauan JPS. dan sudah kita pinta HPS nya dengan pihak yang melaksanakan kegiatan, tapi sampai saat ini belum kami terima hps tersebut, ujarnya.
Sedangkan menurut Perpers no12 tahun 2021pasal 11 ayat 1 hurui E menyatakan bahwa salah satu tugas pokok PPK adalah menetapkan harga perkiraan sendiri.
Untuk keakuratan berita dan ber- imbang awak media melakukan investigasi ke lapangan pada Jum’at 30 September 2022 sepertinya memang banyak kejanggalan pada pembangunan tugu batas di desa desa, menurut masyarakat desa Tanjung raja sendiri yang ber- inisial (PR)jika dilihat secara visual nilai tugu ini berkisar hanya dua jutaan,
(PR) juga menuturkan saya selaku RT setau saya belum ada sosialisasi ujarnya kepada media pada Jum’at siang, Sedangkan menurut (BR) dari desa pandan dulang Diperkirakan lima jutaan. Dan penjelasan nya mengenai sosialisasi hampir sama kami tidak mengetahuinya ujar(BR)
Ketika Tim media ini investigasi ke titik lokasi yang berada di area jalan lintas Tenga di beberapa desa diantaranya Tanjung raja dan pandan dulang dan simpang Mio sugih waras untuk konfirmasi dengan kepala desa namun kepala desa dibeberapa desa itu sedang ada perjalanan ke Kabupaten Muara Enim.
Namun, hampir prangkat Desa tidak bisa menaksir berapa biaya pembuatan tugu batas desa itu dan untuk sosialisasinya kamipun tidak tau bahkan ada salah satu prangkat desa di pandan dulang marah dang mengusir wartawan ketika di konfirmasi dan akan di ambil vidionya, ujar perangkat Desa itu dengan singkat. (Al-Kautsar)

