Tabung Amal Masjid Babah Alun Telan Uang Langsung

oleh -193.759 views
Tabung Amal Masjid Babah Alun Telan Uang Langsung
foto istimewa

Jakarta | Realitas – Kasus penelanan kartu di berbagai Anjungan Tunai Mandiri (ATM), merupakan hal biasa. Namun penelanan uang pada tabung Amal di sejumlah Masjid Babah Alun, Jakarta, adalah luar biasa?

Begitupun peristiwa ini bukan pula rekayasa, tapi suatu fakta yang bisa terpana.Alkisah, begitu terjadi di depan mata para jamaah
di Masjid Babah Alun, Jumat (02/09/2022) siang.

Apa gerangan tanya jamaah yang pertama shalat di sini. Mereka nyaris tak percaya, ada tabung Amal diperkirakan bermagnik ini langsung jadi perhatian.

Manajemen Masjid yang baru berusia genap dua tahun ini ternyata sengaja menghadirkan methode baru ini untuk mengantisipasi maraknya aksi pencurian isi kotak amal akhir-akhir ini.Ternyata Babah Alun memasang “kotak ajaib” pada sejumlah masjidnya.

Sebagaimana kita tahu, kasus pencurian uang kotak amal di berbagai masjid semakin marak di Nusantara, sebut salah seorang pengurus ini.

Tabung Amal Masjid Babah Alun Telan Uang Langsung
foto istimewa

Ide ini sepertinya semata untuk meminimalisir hal tak diinginkan, makanya pengusaha Tol H.Jusuf Hamka alias Babah Alun menghadirkan kotak amal “ajaib” untuk anti maling di berbagai M
masjidnya, celoteh pria berjanggut putih satu lagunya.

Pantauan media ini pada setiap masjidnya, terutama dua Masjid Babah Alun di bawah TOL Tanjung Periuk dan di masjid serupa Jalan Mandala II bawah No 100, Cilandak, Jakarta Selatan, semua dilengkapi tabung Amal “ajaib”, di luar maupun dalam masjidnya.

“Kotak amal itu patut diberi julukan sebagai Kotak Amal anti-mainstream”, celoteh para jemaah lain melihat kotak amal ajaib yang sedang disaksikan ramai-ramai itu.

Pasalnya, jika dilihat dari bentuknya sangat menyerupai brankas benaran. Bentuknya persegi empat terdiri dari plat besi berat, sulit diangkat dua orang. Tingginya satu meter lebarnya sekitar 60 CM.

Di bagian dalam atasnya terlihat ada laci tempat memasukkan uang sadaqah dan infak jariahnnya dengan cara menarik keluar.

Uniknya walaupun tidak terlihat lubangnya, begitu laci didorong ke dalam, uang langsung ditelan. Saat ditarik kembali laci kembali kosong. Diduga ada tarikan maknik yang menarik lembaran uang ke atas lalu turun ke awah, maka laci itu tidak pernah penuh.

Di antara salah seorang jamaah, adalah senator Adnan NS, jamaah asal Aceh di masjid ini ikut terperangah.Dia pun mencoba mengisi kotak besi “ajaib” rancangan khusus ini.Lembaran rupiahnya langsung raib seketika, begitu laci besi didorongnya.

Dia mengaku belum pernah menemukan kecanggihan perangkat seperti dari dari ratusan masjid yang pernah sambangi baik di nusantara maupun di belahan benua lainnya.

“Bagaimana tidak, hanya dengan menarik laci bagian atas dan meletakkan uang, lalu kita tutup kembali, maka uang itu akan tersimpan secara otomatis ke dalam laci bagian bawahnya,” bebernya dengan nada heran.

“Coba tarik laci bagian atas, pak.Nah, kan tidak ada lagi uangnya”?, Ujarnya.Lalu laci pun ditutup dan dibuka kembali, begitulah seterusnya. Uang pun tak muncul lagi sambil memperagakan berulang-ulang sistim kerja Kotak amal anti maling tersebut.

Tak hanya itu, Adnan juga mengungkapkan tertarik mengunjungi Masjid Babah Alun Destari ini atas ajakan putranya Rahmat Mauliadi yang terpikat dengan bangunan masjid berarsitektur oriental.

Adnan mengaku kemarin di Surabaya, baru mengunjungi Masjid Cheng Ho. Mendengar kabar bahwa di Jakarta ada juga masjid bergaya negeri tirai bambu, dibangun pengusaha Tionghoa, sepontan mengajak putranya untuk mengantarkannya ke Masjid Babah Alun.

Letak masjid eksklusif ini bersisian dengan akses jalan Tol Depok Antasari (Desari), Cilandak milik Muhammad Jusuf Hamka.

Persis masjid ini diresmikan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali saat menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan pada Agustus 2020 lalu. Masjid satu-satunya via akses tol memiliki tiga bangunan. Bangunan utama masjid, gedung serba guna dan pojok halal.

Gedung serba guna berada di lantai atas sisi kiri bangunan masjid, pada lantai dasarnya adalah tempat wudhu.

Pada sisi kanan terdapat pojok halal (semacam mini market) yang menyediakan produk makanan dan minuman terjamin kehalalannya dengan harga terjangkau.

Pada bagian lantai atasnya merupakan kantor dari DKM Babah Alun Desari.

Bangunan utama masjid terdiri atas satu lantai yang ditinggikan, memiliki luas sekitar 200 meter persegi.

Ruang shalat di lantai dasar memiliki daya tampung hingga 200 orang. Sedangkan bagian lantai atas dibuat seperti bangunan bundar karena mengikuti bentuk kubah, digunakan untuk perpustakaan dan ruang membaca.

Atas pertanyaan media ini, Sejak travelling muhibah keluarga dilakukan Adnan 30 Juli lalu mengaku sudah bersujud di puluhan masjid di negeri jiran dan nusantara.Jumat pertama 5 Agustus bersujud di Masjid Sultan Iskandar Bandar Dato’ Onn, Johor Bahru dan Bandara KLIA Malaysia.

Selama di Pulau Jawa dan Bali Adnan yang gemar menguber jamaah lima waktu di berbagai masjid, Jumat ketiga di Masjid Teonghoa Mustofa, Sunter Jakarta Utara, Jumat ke empat di Rembang Jawa Tengah dan Jumat ke lima kembali jumatan di Masjid bergaya Teonghoa, Cilandak milik Jusuf Hamka.

Tidak ketinggalan baginya bersilaturrahmi dengan keluarga Sugeng cucunda Pang Amat eks panglima perang Po Cut Meurah Intan yang diasingkan Belanda ke Blora.Selain itu ikut UN berziarah bersama kuarga itu ke makam Tuwanku Nurdin putra Pocut Meurah Intan di Rembang, Jawa Tengah serta

Atas pertanyaan media ini, mengaku sangat terkesan sempat shalat di Masjid Cheng Ho dan masjid Sunan Ampel Surabaya, serta masjid gua di bawah tanah di Tuban Jawa Timur dan lainnya. (*)