Ternyata Muhammadiyah Tak Diundang Dalam Sidang Isbat

oleh -131.759 views
Isbat

Jakarta | Realitas – Ternyata PP Muhammadiyah yang memiliki metode berbeda dalam menetapkan 1 Ramadhan, tidak diundang dalam sidang isbat tahun ini, yang digelar kemaren, Jum’at (1/4/2022).

Kementerian Agama akhirnya memutuskan 1 Ramadan 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April 2022

“Saya cek ke Sekretariat PP Jogja dan Jakarta tidak ada undangan menghadiri sidang isbat,” ucap Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, melalui keteranganny, dikutip Sabtu (2/4/2022).

Mu’ti tak mengetahui alasan Kemenag tak mengundang Muhammadiyah, padahal tahun lalu ormas Islam yang berdiri tahun 1912 itu termasuk yang diundang.

“Tahun lalu diundang,” kata Mu’ti.

Muhammadiyah menetapkan awal puasa dengan metode perhitungan astronomis atau hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dengan perhitungan astronomis, Muhammadiyah sudah menetapkan jauh-jauh hari 1 Ramadhan pada Sabtu (2/4) besok. Selain menetapkan 1 Ramadhan Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 2022 pada Senin, 2 Mei 2022.

Berbeda dengan pemerintah yang menerapkan metode manual melihat awal bulan sabit (rukyatul hilal) dengan teleskop.

Ada yang baru dalam sidang isbat kali ini, yaitu perubahan kriteria hilal awal bulan semula dianggap masuk jika posisi hilal saat matahari terbenam sudah 2 derajat, tapi sekarang 3 derajat.

Kriteria baru itu merujuk kesepakatan MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) telah berlaku.

Ternyata tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama Thomas Djamaluddin dalam sidang menuturkan, ketinggian hilal di seluruh titik pemantauan terlihat di bawah 3 derajat. (*)