REALITAS – Bacaan Niat puasa Ramadhan merupakan syarat sah dalm menjalankan ibadah puasa, sebaiknya jangan pernah terlewat untuk berniat.
Menurut mahzab Imam Syafi’i, jumhur ulama mahzab Maliki, juga mahzab Hamabali, bagi siapapun yang tidak berniat di malam hari dan juga tidak sahur, maka puasanya tidak sah.
“Tetapi, untuk orang awam ada fatwa khusus, jika memang benar-benar lupa tidak niat di malam harinya, dan sahur pun samapai kelewat maka masih bisa melanjutkan puasanya, dengan berniat di pagi hari,” kata Buya Yahya seperti dikutip DeskJabar dari kanal YouTube Al Bahjah TV, pada video yang diunggah 3 Juni 2019, berjudul “Lupa Niat dan Tidak Sahur , Sahkah Puasanya?”
Bagi mahzab Imam Syafi’i dianjurkan untuk membaca niat puasa setiap hari sebelum sahur selepas sholat Isya.
Tapi berbeda dengan Mahzab Imam Maliki yang berpendapat bahwa niat puasa bisa dilakukan cukup sekali saja di malam pertama Ramadhan untuk sebulan penuh.
Hal itu dilakukan agar masih bisa menjalankan ibadah pusa meski lupa membaca niat haria.
Sementara, Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam Fikih Empat Madzhab Jilid 2 menyebut, niat sudah dapat diwakilkan bila seseorang sudah melakukan makan sahur.
Berikut ini adalah niat puasa Ramadhan yang dibacakan untuk satu haris sebelum puasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala.”
Berikut ini adalah niat puasa untuk sebulan penuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri Ramadhana kullihi lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku sengaja berpuasa bulan Ramadhan sekaliannya karena Allah ta’ala.”
Bacaan niat puasa Ramadhan yang diatas adalah itu adalah sumber yang akurat diramkum oleh Media Realitas, selamat menjalankan ibadah Puasa. (*)
Sumber: beragamsumber

