19 Orang Warga Kota Makasar Tertipu Investasi Bodong Hingga Rugi 10 M

oleh -117.759 views
19 Orang Warga Kota Makasar Tertipu Investasi Bodong Hingga Rugi 10 M

Makasar I Realitas – 19 orang warga Kota Makasar, Sulawesi Selatan menjadi korban penipuan investasi bodong hingga rugi 10 miliar.

“Dalam investasi ini korban mendapatkan income Rp40 sampai Rp100 juta per bulan, setelah membeli (akun) tambang digital Rp800 juta,” ujar kuasa hukum korban Budiman kepada awak media, Selasa (4/1/2022).

Budiman mengatakan, total kerugian yang dialami seluruh korban mencapai Rp10 miliar. Satu per satu korban diminta menyetorkan dana sebagai modal awal tambang digital ini sejak Maret 2020. Sebagiannya berinvestasi pada bulan April.

Lebih lanjut, korban diiming-imingi oleh satu dari tiga terduga pelaku yang dilaporkan.

“Dan di dalam investasi ini dia (terlapor) menjamin bahwa tidak ada kerugian dan dia menjaminkan dirinya bahwa tidak akan ada masalah,” ujar Budiman lagi.

Dalam perjalanannya, kata Budiman, korban terus diminta untuk melengkapi setoran uang sesuai level akun tambang yang dibeli. “Sempat jalan, hanya setor (terus) tidak ada penghasilan, klien saya dibujuk bisa dapat penghasilan itu per bulan,” jelas Budiman.

Untuk lebih meyakinkan korban, lanjut Budiman, pelaku memberikan laptop kepada korban agar bisa melihat grafik peningkatan akun tambang yang sudah dibeli.

Dalam laptop itu, korban diperlihatkan sebuah aplikasi yang tidak diketahui namanya.

“Setelah korban sudah investasi barulah di kasih laptop, di dalam laptop itu ada sebuah program yang sudah diinstal tidak ada juga grafik. Jadi program inilah yang kami duga mereka sendiri yang mainkan,” tegas Budiman.

Salah satu korban bernama Elen mengaku, diiming-imingi salah satu terlapor setelah melihat postingan video lewat platform media sosial, sekitar awal Maret. “Melalui video WhatsApp, karena kan (saat itu) dia posting video,” ujar Elen.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Komang Suartana melalui telepon selulernya mengatakan belum mengetahui persis dugaan penipuan terhadap beberapa korban, termasuk sudah sejauh mana penanganan pada kasus tersebut.

“Belum, ini baru anggota cari datanya. Nanti, kalau dapat informasi akan disampaikan,” katanya kepada awak media.

Sumber : Republik
Editor : yudi