IKLAN YARA

Meresahkan Warga, Polres Metro Jakarta Ciduk Pinjol Ilegal

oleh -6.489 views
Meresahkan Warga, Polres Metro Jakarta Ciduk Pinjol Ilegal
Meresahkan Warga, Polres Metro Jakarta Ciduk Pinjol Ilegal
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek sebuah ruko di kawasan Jakarta Barat pada Rabu (13/10/2021) siang. Ruko tersebut merupakan sindikat pinjaman online (pinjol) yang sudah meresahkan masyarakat karena merasa diancam keselamatannya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi membenarkan penggerebekan ruko yang dijadikan kantor sindikat pinjol.

“Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sindikat pinjol yang mengancam keselamatan warga, akhirnya kami selidiki,” kata KombesPol Hengki Haryadi pada hari Kamis (14/10/2021) pagi.

Dari hasil penyelidikan tim, akhirnya Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menemukan lokasi kantor sindikat pinjol tersebut. Setelah dilakukan pengecekan di OJK, ternyata pinjaman online ini ilegal dan pihaknya langsung melakukan penggerebekan ke lokasi.

“Beberapa barang bukti dan puluhan karyawan sudah kami amankan di kantor sindikat pinjol,” tutur KombesPol Hengki, Kamis (14/10/2021).

Kini Polres Metro Jakarta Pusat sedang mengembangkan kasus tersebut guna mengetahui siapa pemilik sindikat pinjaman online itu. Dalam waktu dekat, kata KombesPol Hengki Haryadi beserta pihaknya akan menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

“Sampai saat ini kami masih mengembangkan kasus tersebut, nanti jika sudah selesai pemeriksaan semua kami sampaikan lagi,” jelas KombesPol Hengki.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk menindak tegas penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau biasa dikenal pinjol ilegal yang telah merugikan masyarakat.

Tindak tegas tersebut, kata Sigit, juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan perhatian khusus terhadap kejahatan Pinjol. Pasalnya, hal itu telah merugikan masyarakat, khususnya di tengah Pandemi Covid-19.

“Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi pre-emtif, preventif maupun represif,” kata Sigit dalam keterangannya.

Pelaku kejahatan Pinjol, lanjut Sigit, kerap memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut. Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya korban dari Pinjol.

“Harus segera dilakukan penanganan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” kata Sigit. (*)