IKLAN YARA

Tidak Terima Divonis 3 Tahun Penjara, Aktivis Antimasker Serang Hakim

oleh -85.489 views
Tidak Terima Divonis 3 Tahun Penjara, Aktivis Antimasker Serang Hakim
Tidak Terima Divonis 3 Tahun Penjara, Aktivis Antimasker Serang Hakim
UPDATE CORONA

Banyuwangi I Realitas – Aktivis Anti-masker Banyuwangi, M Yunus Wahyudi kembali berulah. Dalam sidang vonis kasus pidana yang menimpanya, Yunus menyerang majelis hakim. Penyerangan itu dilakukan setelah ketua majelis hakim Khamozaru Waruwu membacakan vonis aktivis anti-masker itu 3 tahun penjara atas kasus Kekarantinaan Kesehatan dan UU ITE.

Usai pembacaan putusan vonis persidangan, Yunus tiba-tiba saja berjalan dan kemudian meloncat ke meja untuk memukul ketua majelis hakim. Sambil berteriak, Yunus mencoba memukul ketua majelis hakim yang baru saja membacakan vonis.

BACA JUGA :   Polresta Pekanbaru Musnahkan Barang Bukti 7,9 Ribu Gram Shabu

“Woooooyy,” teriak Yunus sambil Loncat ke meja majelis hakim.

Sontak saja hal itu membuat beberapa orang di dalam ruangan sidang kaget dan langsung melerai aksinya. Polisi yang bersiaga kemudian dengan sigap langsung mengamankan Yunus. Kemudian, Yunus dikawal ketat oleh polisi dan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi keluar sidang.

“Lepaskan, lepaskan. Allahu Akbar,” teriak Yunus saat dibawa ke luar ruangan sidang.

BACA JUGA :   Polres Aceh Timur Amankan Dua Pelaku Bawa Satu Karung Ganja

Selama persidangan berlangsung Yunus pun tidak tampak memakai masker. Sesekali dia tersenyum kemudian diam duduk. Tidak ada yang mengetahui rencana Yunus melakukan aksi nekat melakukan penyerangan terhadap sang majelis hakim.

Yunus resmi berstatus terdakwa setelah videonya beredar yang menyebutkan COVID-19 itu tidaklah nyata dan hanya rekayasa pemerintah setempat. Selain itu, Yunus juga terlihat terlibat dalam  aksi penjemputan paksa jenazah positif COVID-19 dari salah satu rumah sakit.

Aktivis anti-masker Muhammad Yunus Wahyudi tersebut dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 45 huruf a Jo pasal 28 UU No 19 tahun 2016 ITE dan pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. (*)

Sumber: Dtc