Muara Enim Realitas – Pj.Bupati Muara Enim, DR. Nasrun Umar, SH, MM didampingi Forkopimda Muara Enim langsung pimpin rapat tiga sekaligus, pelaksanaan Sholat Idul Adha 1442 Hijriyah, penanganan civud-19 lanjutan, dan Sistem Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) di era covid-19, di ruang rapat Pangripta Nusantara, Kantor Bappeda Muara Enim, Selasa, 13/07/2021.
Turut hadir secara langsung dalam rapat tersebut, Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Muara Enim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta para Camat se-Kabupaten Muara Enim dan para Kepala Puskesmas secara virtual.
Disampaikan dalam arahannya terkait pelaksanaan Sholat Idul Adha, Pj Bupati mengatakan, pada Zona Orange, Sholat Idul Adha dapat di laksanakan dengan catatan panitia Sholat Idul Adha dan Satgas Covid-19 setempat harus berkoordinasi satu sama lain dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi kelangsungan Sholat Idul Adha tersebut, terjadi pelanggaran prokes jangan dibubarkan, akan tetapi harus di siapkan ceklis dan absensi mencatat semua orang yang melaksanakan kegiatan Sholat Idul Adha tersebut baik itu Panitia, Imam, serta para jamaah sekalian guna mempermudah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengenai Covid-19.
Lanjutnya, saya minta setiap Kecamatan harus menugaskan Desa dan Kelurahan untuk dapat mengidentifikasi mana yang dapat di yakini zonanya aman untuk melaksanakan Sholat Idul Adha pada hari tersebut dan H-3 saya mau lihat semua laporannya, ucap HNU dengan tegas guna memastikan keputusan Sholat Idul Adha nanti apakah dapat dilaksanakan atau tidak, jelasnya.
Kemudian mengenai Sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada daat Covid-19 ini, Pj. Bupati menegaskan, selain zona merah PTM tetap dilaksanakan, akan tetapi bila terdapat pada Zona Hijau ada satu saja terpapar Covid-19, PTM langsung dihentikan dan tentu untuk PTM tetap dilaksanakan dengan Prokes yang ketat sehingga tidak ada cela untuk penyebaran dari virus tersebut.
Masih dari HNU, masalah Penanganan Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda, HNU menyampaikan bahwa, “Dalam pencegahan Covid-19 di Muara Enim saya berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim akan membuat pos penyekatan (Poskat ) di beberapa titik dalam rangka menahan arus masuk keluarnya orang ke wilayah Kabupaten Muara Enim.
Apabila di kemudian hari Covid-19 di Muara Enim semakin meraja rela, kita akan terapkan PPKM Mikro Darurat Tingkat Kabupaten, tapi mari kita sama- sama berdoa, semoga hal tersebut tidak terjadi, tutupnya. (M.Umar)



