Tangerang I Realitas – Kasus penemuan mayat wanita dalam kondisi hangus terbakar terjadi di Kabupaten Tangerang.
Diketahui tempat kejadian perkara persisnya berada di sebuah kebun di kawasan Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.
Hingga kini belum diketahui identitas dan penyebab tewasnya korban.
Namun, diduga wanita malang ini merupakan korban pembunuhan.
1. Viral di media sosial
Video viral yang memperlihatkan penemuan mayat wanita hangus terbakar, viral di media sosial.
Rekaman yang dibuat oleh warga itu disebarkan lewat aplikasi berbagai pesan WhatsApp.
Video mulai menjadi bahan perbincangan sejak Jumat, 9 Juli 2021, siang.
Video berdurasi 30 detik itu mempertontonkan sosok jasad manusia yang telah hangus terbakar di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang.
Dari latar tempat pada video, terlihat mayat tersebut berada di sebuah kebun yang banyak tumbuh pohon singkong.
2. Kata polisi
Kapolsek Cisauk, AKP Chairul Rida, membenarkan penemuan ini.
Ia mengatakan, jasad wanita itu ditemukan pada Jumat (9/7/2021) pukul 06.00 WIB.
Si penggarap kebunlah yang pertama kami menemukan jasad tersebut, saat hendak bercocok tanam.
“Ditemukan jam enam pagi di kebun warga, tanah lapang, bukan perumahan.”
“Jenis kelamin perempuan,” ujar Chairul, Jumat.
3. Masih berasap saat ditemukan
Chairul menambahkan, saat ditemukan, korban masih dalam keadaan terbakar dan berasap.
Diduga, jasad tersebut dibakar sekitar subuh, beberapa jam sebelum ditemukan.
“Masih berasap, dibakar beberapa jam sebelum ditemukan,” kata Chairul.
4. Korban autopsi
Chairul melanjutkan, jasad wanita malang itu tengah diautopsi untuk mengetahui identitas dan kondisi secara medisnya.
“Dibawa ke RS Kramat Jati, sedang diautopsi,” imbuhnya dia.
5. Tiga saksi diperiksa
Sementara, Unit Reskrim Polsek Cisauk tengah menggelar penyelidikan.
Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Iptu Margana, mengatakan sudah memeriksa tiga saksi.
“Sudah dapat tiga orang saksi,” kata Margana.
Sementara, belum ada saksi yang bicara terkait kondisi malam hari.
Ini lantaran lokasi penemuan adalah kebun penuh semak belukar yang bahkan lampu penerangan saja tidak ada.
“Enggak ada, itu (lokasi) kan apa, semak belantara, boro-boro ada lampu,” kata Margana, Jumat. (*)



