Mari Kita Hidup Sehat Dan Cerdas Ditengah Pandemi Covid-19

oleh -219.759 views

KALTENG | Realitas – Hampir seluruh negara di dunia perang dengan penanggulangan penularan covid-19, sejak Maret 2019 sampai sekarang Juli 2021.

Termasuk Negara Indonesia yang sekarang juga tak henti-hentinya berjuang melawan penularan wabah tersebut agar memutus tali mata rantai penularan dengan segala kebijakan kesehatan maupun didukung dengan kebijakan ekonomi dan keuangan, sebagaimana yang disampaikan Muhammad Gumarang, selaku Pengamat Kebijakan Publik dan Politik.

Sehingga hutang luar negeri negara Indonesia april 2021 jadi meroket naik menjadi US $ 6.527,29 triyun, dan menurut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Atau auditor negara hasil audit tahun 2020 sudah merupakan lampu kuning bila dilihat dari sisi kemampuan pertumbuhan Produk Domistik Bruto (PDB) dibawah ratio hutang.

Maka di khawatirkan kemampuan bayar bunga hutang dan pokok akan mengalami kesulitan, karana dilihat kemampuan penerimaan negara dalam situasi pendemi covid-19 menurun, ditambah lagi kebutuhan belanja modal, belanja rutin dan lainya semakin meningkat dan sangat dibutuhkan.

Sampai sekarang dikeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro atau disebut PPKM Mikro artinya pembatasan aktivitas masyarakat sampai ketingkat rukun tetangga (RT) seluruh Indonesia, namun nampaknya tak berhasil juga.

Kemudian sekarang dikeluarkan lagi kebijakan PPKM Darurat sampai tanggal 20 Juli 2021, sampai sekarang pelaksanaan PPKM Darurat tersebut juga belum ada tanda- tanda menunjukan keberhasilan dalam pelaksanaannya.

Ditambah lagi pertama wabah covid-19 tidak bisa di prediksi kapan berakhirnya oleh para pakar epedemiologi baik dalam negeri maupu luar negeri termasuk dari WHO.

Kedua timbulnya berbagai varian baru contoh dari India disebut varian delta B.1617.2 dan varian kappa B.1617 yang tingkat penularannya lebih cepat 5-10 detik dan bisa melalui airborne, bahkan berpapasanpun bisa menularkan, dan varian ini penyakitnya lebih parah.

Covid -19 nampaknya tak mungkin menghilang atau sirna dalam waktu dekat bahkan ada yang mengatakan para ahli virus tersebut ada selamanya dimuka bumi ini, sama dengan penyakit menular lainnya seperti HIV/Aid, TBC dan lainnya.

Khusus ditanah air kita Indonesia tidak mungkin selamanya menutupi diri dengan dunia luar, terutama yang berkaitan terhadap kebutuhan ekonomi perdagangan dan hubungan deplomatik.
Selain itu pula pendemi covid-19 menguras keuangan negara/daerah dan melumpuhkan ekonomi serta meningkatkan kriminal atau kejahatan dimana-mana.

Jelas dalam hal ini kita tak mungkin mampu perang mengalahkan pendemi covid-19 dengan segala keterbatasan yang kita miliki dibandingkan dengan tingkat penularan.

Keganasan dan keberlangsungan keberadaan wabah covid-19 yang tidak bisa diprediksi kapan menghilangnya, bahkan kemungkinan selamanya dimuka bumi ini.

Jadi pemerintah kita harus melakukan kebijakan yang Populis dan Konstruktif khususnya bagi ekonomi masyarakat.

“Dalam hal tersebut saya memberikan usulan kepada Pemerintah dalam tulisan atau artikel saya di beberapa media beberapa waktu lalu tentang kebijakan tersebut dengan saya beri nama “NORMALISASI DAN PENGENDALIAN AKTIVITAS MASYARAKAT”. ujar Gumarang.

“Kebijakan tersebut pada prinsifnya memberikan kebebasan sepenuhnya kepada aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang memiliki nilai esensial (Esenstial), dan menutup dan/atau membatasi kegiatan masyarakat yang tidak esensial, lebih jelasnya gagasan tersebut dapat dibaca ditulisan saya sebelumnya,” jelasnya.

Lanjut Gumarang yang juga sebagai Penulis Buku Sampit bukan Poso Bukan Pula Timur Timor ini, bahwa Kita harus memahani sekarang bukan Perang Fisik Terbuka, seperti kisah perang dunia pertama dan kedua maupun kisah perang di Veitnam,Yogoslavia, Afganistan dan sebagainya, tapi kita sekarang adalah perang yang saya namakan PERANG MENTAL DAN INTELEGENSI (MENTAL WAR AND INTELLIGENCE).

Artinya adalah menghadapi wabah covid-19 memerlukan semangat hidup sehat dan jiwa yang optimis serta melalui kecerdasan dan ke ilmuan yang dimiliki mampu dengan cepat beradaptasi atau penyesuaian keadaan, sehingga menjadi normal dan/atau dapat mengendalikan sesuatu dengan baik.

Mari kita hidup sehat ditengah pendemi dengan optimis dan cerdas melalui konsep gagasan “NORMALISASI DAN PENGENDALIAN AKTIVITAS MASYARAKAT” akhirnya kita menjadi masyarakat yang tangguh dan cerdas, serta menerima segala kodrat alam karenanya dengan iman. (Misnato)