IKLAN YARA

Prabowo Subianto Gabung Dengan Jokowi Ini Alasannya

oleh -116.489 views
Prabowo Subianto
UPDATE CORONA

Jakarta | Realitas – Prabowo Subianto bergabung dengan Jokwi ini alasannya untuk Merah Putih, dan ini untuk menjawab isu akan kudeta Jokowi setelah jadi Menteri Pertahanan.

Prabowo kudeta Jokowi, isu yang berhembus saat pertama kali Prabowo diangkat jadi Menteri Pertahanan setelah kalah jadi capres di Pilpres 2019.

Informasi yang berhasil diperoleh wartawan ini dikutif dari suara.com dan melalui podcast Deddy Corbuzier, Minggu, 13 Juni 2021 lalu.

Tak hanya itu, Prabowo pun tahu ada orang-orang di sekitar Jokowi tak senang dia masuk kabinet.

“‘Ngapain (ajak Prabowo jadi Menhan), bahaya, nanti dia kudeta lagi’. Muka gue muka kudeta kali ya,” kata Prabowo sambil tertawa berseloroh.

BACA JUGA :   Listyo Sigit Resmikan Revitalisasi Museum Polri, Ini Harapnya

Sementara itu, karena keputusannya akhirnya menjadi Menhan RI di kabinet Jokowi, Prabowo juga mengatakan bahwa terdapat tantangan dari sejumlah pihak, baik dari pendukungnya maupun dari internal partainya.

Untuk mengatasi hal itu, Prabowo pun menjelaskan alasannya mengapa ia akhirnya mau menjadi Menteri Pertahanan Indonesia era Jokowi.

Intinya, selama itu untuk pengabdian kepada Indonesia, Prabowo mau bersama-sama Jokowi membangun Indonesia yang lebih baik.

Seluruh pengurus daerah Partai Gerindra bersepakat untuk mendukung.
“Intinya itu, bahwa saya yakin pak Jokowi bekerja untuk merah putih. Itu yang saya bilang ke beliau. Saya bilang, ‘pak, saya yakin di dalam hati bapak, merah putih, Pancasila. Karena itu saya mendukung bapak’,” tegas Prabowo.

BACA JUGA :   Yasonna Serahkan Sembilan Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

Hal itu dikatakan Prabowo Subianto di podcast Deddy Corbuzier, Minggu, 13 Juni 2021 lalu.

Dalam bincang-bincang itu, Prabowo juga mengungkap alasannya akhirnya mau diajak oleh Joko Widodo menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia di Kabinet Indonesia Maju.

Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menuturkan, alasannya akhirnya mau merapat dengan Joko Widodo adalah untuk mengabdi bersama untuk Indonesia.

“Saya juga mau mengabdi untuk Indonesia. Lha kalau sama-sama mau mengabdi untuk Indonesia, kok harus melawan? Kan lebih baik dua-duanya kerjasama, untuk mengabdi, untuk merah putih,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo Subianto juga meyakini bahwa mungkin ada orang-orang di sekitar Jokowi yang tak setuju dirinya diangkat menjadi Menteri Pertahanan.

BACA JUGA :   PCI Sahkan Akta Notari dan Siapkan Verifikasi Administrasi

“Di situ saya juga lihat, pak Jokowi saya kira di lingkungannya juga banyak yang enggak setuju ajak saya jadi Menteri Pertahanan. Saya percaya. Saya yakin itu,” ujar Prabowo Subianto.

Kontestasi Pilpres 2019 menghasilkan Jokowi sebagai presiden RI untuk putaran kedua.

Lawannya kala itu, Prabowo Subianto harus mengakui kemenangan Joko Widodo. Kekecewaan kalah dari Jokowi dalam kontestasi Pilpres tak dimungkiri oleh Prabowo.
“Kalau kecewa pasti ada, manusiawi,” kata Prabowo. (*)

Laporan Misnato di Jakarta