Terkait Kasus Oknum T SY, YARA Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum

oleh -168.489 views
Terkait
foto : Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Aceh Timur Indra Kusmeran, S.H.

IDUL FITRI

Aceh Timur I Realitas – Terkait perkara dugaan tindak pidana jinayah ikhtilat dan zina dengan terdakwa berinisial TSY yang merupakan mantan kadis perikanan Aceh Timur, Provinsi Aceh, dengan terdakwa lainnya berinisial RJ, YARA meminta semua pihak untuk hormati proses hukum dan tidak membuat opini sesat di tengah proses hukum yang sedang berjalan.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Aceh Timur Indra Kusmeran, S.H. Selaku kuasa hukum pelapor kepada Media Realitas Senin (03/05/2021) menyebutkan.

REALITAS TV

Ada pihak yang sengaja menyebarkan hoax terkait perkara dugaan tindak pidana yang sedang dalam proses persidangan.

Sungguh opini yang sangat konyol jika perkara yang sedang ditangani penegak hukum dan sudah sampai dalam penanganan mahkamah syar’iyah ada pihak yang mengatakan itu fitnah yang mencemarkan nama baik pelapor di media, ujar Tgk Indra.

BACA JUGA :   Tim Kuasa Hukum Terdakwa Maria Pauline Lumowa Hadiri Sidang Tuntutan JPU PN Jakpus

Kami beranggapan aparat penegak hukum bekerja sangat profesional dalam menangani perkara yang kami laporkan tersebut. Perkara ini sudah mulai dilakukan penyidikan sejak pertengahan tahun lalu dan telah melalui proses yang panjang.

Hal itu tentu disebabkan aparat penegak hukum mulai dari penyidik sampai dengan jaksa sangat berhati-hati dalam menangani perkara tersebut untuk dilimpahkan ke tahap persidangan, urai Indra.

Kuasa hukum pelapor membantah semua tuduhan yang dimuat oleh salah satu media online, pada 14/4/2021 maupun media cetak yang diterbitkan 24/4/2021 terhadap kliennya yang tidak sesuai dengan fakta, lapangan.

Seperti menyebutkan “mantan napi penyalahgunaan narkoba” dan bercerai berkali-kali dengan istrinya itu sama sekali berbeda dengan fakta. Klien kami sama sekali tidak memiliki riwayat menjadi terpidana.

Seperti dituduh media dengan No perkera 122/PID.B/2013/PN.IDI, itu bukan atas nama saya, Karena itu atas nama Anwar bin Hasan tetapi alamatnya beda dan no ktp juga beda.

BACA JUGA :   Kapolresta Pekanbaru Pastikan Keamanan Pemakaman Ustadz Tengku Zulkarnain

Saya tidak pernah tinggal di Desa Uten Dama, dan alamatnya juga bukan alamat tempat saya tinggal, dari pemberitaan itu aja jelas bahwa itu fitnah, ujar nya lagi.

Kita juga akan melaporkan pihak media tersebut, jika tidak bisa membuktikan apa yang diberitakan didua media yang diatas itu.

sebelum kasus ini, rumah tangga klien kami baik-baik saja dan tidak pernah bercerai seperti yang dituduhkan.

Seharusnya media tersebut meminta keterangan dari klien kami sebelum menayangkan berita tersebut agar dimuat secara berimbang dan sesuai dengan nilai-nilai pers.

Lebih lanjut Indra Kusmeran, S.H. menghimbau semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tak perlu ada pihak-pihak yang melemparkan opini-opini sesat untuk mempengaruhi pikiran publik.

BACA JUGA :   Kapolda Sumut dan Dir Polair Korpolairud Baharkam Polri Pimpin Press Rilis Penangkapan 2 Kapal Ikan Asing

Jika ada pihak yang mau menuduh perkara ini fitnah silakan buktikan di persidangan dan tunggu putusan perkara ini inkrah.

Mengenai fakta-fakta hukum yang disampaikan oleh salah satu orang yang mengaku aktivis penegak syariat islam di media online, kami rasa itu wewenang majelis hakim untuk menggali fakta hukum di persidangan, mereka adalah orang-orang yang profesional di bidangnya.

Dan khususnya bagi pihak yang menuduh adanya pemerasan dalam perkara ini oleh korban pelapor, kami tantang pihak tersebut untuk membuktikannya melalui jalur hukum.

Jika tidak mampu lebih baik diam dan tak perlu menjadi pahlawan kesiangan. Hormati saja proses hukum yang dijalankan oleh orang-orang profesional di bidangnya, tutup Indra. (Red)

UPDATE CORONA