Temuan Tim Pansus Proyek APBA Rp.1,8 Milyar di Pelabuhan Kuala Bubon Aceh Barat

oleh -90.489 views
Temuan Tim Pansus

IDUL FITRI

Aceh Barat I Realitas – Temuan tim pansus LKPJ Gubernur Aceh pada Proyek Peningkatan fasilitas pelabuhan penyeberangan Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat senilai Rp 1,8 miliar lebih menemukan sejumlah kejanggalan di proyek tersebut.

Sejumlah item pembangunan yang dialokasikan dari anggaran APBA tahun 2020 untuk peningkatan fasilitas pelabuhan tersebut seperti mesin pompa air tidak berfungsi.

REALITAS TV

Selain itu plafon bangunaan dibagian aula bangunan gedung terminal penumpang ditemukan telah mulai retak-retak semua.

“Ada beberapa item yang kita temukan di proyek peningkatan pelabuhan tersebut yang janggal.

BACA JUGA :   Cegah Karhutla, Polresta Palangka Raya Ajak Peran Serta Pemilik Lahan

Kita minta kepada pihak terkait atau pihak rekanan maupun instansi terkait untuk memperbaikinya lagi karena masih dalam masa pemeliharaan,” ujar Anggota DPRA Fuadri kepada Wartawan, Senin (24/5/2021) di lokasi.

Disebutkan, selain itu juga, bagian dari kunci jendela Mushalla rusak, dan bagian tiang bangunan perlu dilakukan pengecatan kembali.

Sementara bagian plafon terlihat hampir rata-rata retak dibagian aula bangunan pelabuhan tersebut.

Pihaknya meminta masalah tersebut hendaknya bisa segera diperbaiki kembali, sehingga tidak terkesan sia-sia kedepan.

Tim pansus dari DPRA tersebut dihadiri oleh Fuadri dan bersama rombongannya, termasuk dari PPK dan pihak rekanan.

BACA JUGA :   Gempa M 5 Guncang Melonguane Sulut

Tim pansus tersebut juga akan melakukan pengecekan sejumlah proyek lainnya di kawasan Pantai Barat Selatan Aceh hingga ke Kabupaten Singkil.

Guna mengetahui secara langsung kondisi pembangunan fisik bangunan yang telah dikerjakan pada tahun 2020 lalu dengan menggunakan anggaran APBA.

Sementara dari pihak PPK menyebutkan, bahwa menyangkut mesin pompa air yang tidak berfungsi tersebut bukan karena terjadi kerusakan pada mesin, akan tetapi tidak mencukupi arus listrik yang dibutuhkan.

Kondisi tersebut akibat tidak mencukupi arus menyebabkan mesin tidak bisa hidup untuk memompa air bersih yang dibutuhkan.

BACA JUGA :   Sosialisasikan PPKM Mikro, Babinsa Jelutung Sambangi Warga Binaan

Sedangkan dari pihak pelabuhan setempat menyebutkan bahwa untuk saat ini pihaknya menggunakan mesin pompa air biasa sanyo biasa, akibat tidak hidupnya lagi pompa air di sumur bor yang direhab ulang itu.

“Untuk kebutuhan air kita menggunakan air sumur bor lama, akan tetapi kondisi air di sumur bor  lama keruh, apa boleh buat ketimbang tidak ada air di kantor,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kuala Bubon, Meulaboh, Romi Masri. (*)

Sumber : SI

UPDATE CORONA

Tentang Penulis: Editor Rahmad Wahyudi

Gambar Gravatar
Rahmad Wahyudi Adalah Wartawan di Media Realitas