Alam Peta Dan Nelayan Tradisional Kembali Demo Poldasu

oleh -119.489 views
Alam Peta

IDUL FITRI

Medan I Realitas – Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (Alam Peta) dan Nelayan Tradisional kembali mendemo Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) pada Senin siang (03/05/2021) didepan Mako Poldasu Jalan Tanjung Morawa KM 10.5 Medan.

Hal ini berdasarkan tidak ditanggapinya laporan tuntutan terkait beroperasinya kapal ikan Pukat Trawl diperairan Belawan yang sangat berpengaruh dengan sumber penghasilan dan kehidupan nelayan tradisional (berskala kecil).

REALITAS TV

Dalam orasinya meminta Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra S untuk segera menangkap para pengusaha kapal ikan Pukat Trawl yang jelas-jelas memiskinkan para nelayan tradisional. “Tangkap mafia pukat Trawl karena telah melanggar aturan negara dan menyengsarakan nelayan tradisional di Belawan,” teriak Nelayan bersama Mahasiswa.

“Tolong Pak Kapoldasu yang kami cintai, Kami semua siap memberikan informasi tentang maraknya beropersinya kapal ikan Pukat Trawl di Belawan dan telah melaporkan kegiatan kapal ikan Pukat Trawl yang semakin merajalela, namun kenapa hingga saat ini Pukat Trawl tetap saja beraksi ,” ucap Astrada Mulia Purba.

Sembari memegang microfon Astrada terus membuat orasinya, berdasarkan UUD dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 2 Tahun 2015 sudah jelas melarang beroperasinya kapal ikan Pukat Trawl.

“Anehnya, mengapa kapal ikan Pukat Trawl masih saja beroperasi dan menjarah isi lautan se- enaknya di Belawan dan Selat Malaka. Ada apa ini?”, Lanjutnya.

Ketika awak Media mengkonfirmasi Iskandar salah satu nelayan tradisional yang turut berunjuk rasa saat itu mengatakan, banyaknya kapal ikan Pukat Trawl beroperasi diperairan Belawan adalah suatu pertanda bahwa masih ada penghianat bangsa yang dipelihara oleh para mafia kapal ikan Pukat Trawl.

“Pak Kapoldasu harus mendengar keluh kesah dan derita kami sebagai nelayan tradisional, akibat terus beroperasinya pukat Trawl”, Ujarnya.

Lambannya penanganan kapal ikan Pukat Trawl di kawasan peraian Belawan oleh pihak Kepolisian diduga ada kesengajaan sehingga kapal ikan Pukat Trawl masih saja hilir mudik.

“Kami menuntut kinerja Kapolda karena adannya pukat Trawl jelas sangat menyiksa dan mencabik-cabik pencaharian nelayan tradisonal”, Tegasnya.

Para Nelayan serta Mahasiswa membawa poster dan karton yang bertuliskan ‘tangkap mafia pukat Trawl’, ‘Pak Kapolda Tangkap Mafia Pukat Trawl”, setelah 1 jam lamanya melakukan orasi Mahasiswa dan nelayan tradisional Belawan ditemui Kompol Muridan. (Win)

UPDATE CORONA