Panglima TNI: Kekuatan Udara Kini Jadi Penentu Kemenangan Dalam Perang Modern

oleh -85.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebut kekuatan udara kini menjadi penentu kemenangan dalam peperangan modern.

Hal itu disampaikan Panglima TNI dalam Seminar Internasional Air Power 2021 dalam rangka memperingati HUT ke-75 TNI AU secara virtAual, Rabu (31/3/2021).

REALITAS TV

Air power atau kekuatan udara menjadi penentu kemenangan dalam hampir setiap konflik modern di dunia, apabila kita melihat kembali sejarah peperangan modern.

BACA JUGA :   Tiga Hari Pencarian BES di Temukan Mengambang & Tersangkut Kayu

Kita akan melihat bahwa kekuatan udara menjadi game changer di medan pertempuran,” ujar Panglima TNI dikutip dari kanal Youtube Airmen TV, Rabu (31/3/2021).

Panglima TNI menuturkan, Perang Dunia II menjadi catatan sejarah yang lengkap bagi kebangkitan kekuatan udara sebagai senjata mematikan baru dalam pertempuran.

“Kita masih ingat bagaimana Armada Pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbour dilumpuhkan oleh skuadron pesawat pembom dan pesawat tempur Jepang yang diluncurkan dari kapal induk,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Perawat RS Siloam Diminta Sujud, Lalu Ditendang Keluarga Pasien

Menurutnya, nilai strategis kekuatan udara mencapai puncaknya saat terjadi konflik antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno Karabakh yang patut dijadikan pembelajaran.

“Kemenangan Azerbaijan atas Armenia telah membuka mata dunia terhadap kekuatan udara baru yang efektif, efisien dan mematikan, yaitu pesawat tempur nirawak atau Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV),” ungkap Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI kemampuan UCAV tidak hanya digunakan untuk misi penyerangan saja.

BACA JUGA :   Ilham Pangestu Silaturrahmi Lintas Pemuda Kota Langsa

Tetapi, drone-drone taktis dan strategis tersebut telah digunakan untuk menjadi mata di angkasa atau eyes in the sky untuk kepentingan di masa damai.

“Bila kita mencermati dinamika lingkungan strategis di kawasan, khususnya Indo-Pasifik, tren konflik yang berpotensi terjadi akan berada di domain maritim,” jelas dia. (*)

Sumber: KPS

UPDATE CORONA