Kasus ‘Bola’ Sabu Rp 480 Miliar, 13 Terdakwa di Sukabumi Jalani Sidang Tuntutan

oleh -109.489 views
Foto : Gedung Pengadilan Cilandak.

IDUL FITRI

Sukabumi I Realitas – 13 terdakwa jaringan sabu internasional akan menjalani sidang tuntutan secara virtual yang digelar di tiga lokasi, Kamis (4/3/2021) hari ini.

Informasi yang diperoleh dari Pengadilan Negeri Cibadak, sidang perkara tersebut akan melibatkan penerjemah karena empat orang dari terdakwa merupakan warga negara asing (WNA) asal Iran dan Pakistan.

REALITAS TV

“Persidangan hari ini acaranya itu untuk semua ke 13 terdakwa untuk 7 berkas hari ini acaranya bersamaan.

Dari awal persidangan Untuk WNA ada juru bicaranya, penerjemah itu dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminjamkan atau dari terdakwa jadi ada dua,” kata Humas PN Cibadak, Zulqarnain kepada awak media.

BACA JUGA :   Rusia Balas Dendam Terhadap Washington, Minta 10 Diplomat AS Untuk Pergi

Zulqarnain menyebut sidang secara virtual di tiga lokasi, masing-masing JPU di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, terdakwa di Lapas Warungkiara dan Majelis Hakim di ruang sidang PN Cibadak, Palabuhanratu.

“Lokasi JPU di Kejaksaan, kemudian terdakwa dari Lapas, hari ini tuntutan, yang jelas hari ini pembacaan tuntutan.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap Tiga Orang Pengedar dan Sita Barang Bukti Ganja 40 Kg di Medan

Yang dituntutkan ini lebih dari dua, bentuknya alternatif maupun subsediritas, tingkatan dari yang paling tinggi atau paling rendah dan juga alternatif.

Ada 114 ayat 2, 112 ayat 2 atau juga mengenai tindak pidana pencucian uang,” bebernya.

Diketahui belasan terdakwa tersebut ditangkap oleh Satgas Merah Putih Mabes Polri pada awal Juni 2020 lalu di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, para terdakwa terancam dituntut hukuman mati.

BACA JUGA :   Perawat RS Siloam Diminta Sujud, Lalu Ditendang Keluarga Pasien

“Untuk ancamannya kalau sesuai undang undang narkotika ya UU nomor 35 tahun 2009 ya mereka ancamannya hukuman mati namun ada juga yang 20 tahun bahkan seumur hidup sesuai dengan UU.

Seperti itu nanti lebih jelasnya sesuai dengan dakwaan nanti di persidangan akan kita sampaikan,” kata Kajari Kabupaten Sukabumi, Bambang Yuniato saat wawancara Selasa (6/10/2020) lalu. (*)

Sumber: Dtc

UPDATE CORONA