Tim Gabungan TNI-Polri dan SAR Evakuasi Warga Yang Jatuh ke Jurang Simpang Jernih

oleh -74.489 views

IDUL FITRI

Aceh Timur I Realitas – Sakirin(33) tahun, warga asal Dusun Melur, Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupten Aceh Tamiang.

yang pada hari Selasa (23/2/2021) sekira pukul 18:00 dilaporkan oleh warga ke Polsek Simpang Jernih jatuh ke jurang, di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

REALITAS TV

Tim gabungan yang terdiri dari 15 orang dari Koramil 10/Spj Kodim 0104/Atim (TNI), Polsek Simpang Jernih Polres Aceh Timur (POLRI), BPBD/SAR Kabupaten Aceh Timur/
Kabupaten Aceh Tamiang, yang dibantu oleh warga sekitar pada Kamis (25/02/2032) waktu dini hari, berhasil mengevakuasi korban.

BACA JUGA :   Kapolres Langsa : Ajak Masyarakat Langsa Untuk Tidak Main Petasan dan Lakukan Balap LiarĀ 

Dalam laporan tertulisnya, Koptu Muliadi yang tergabung dalam Tim evakuasi tersebut, pada pukul 01.00 Wib melaporkan kepada Danramil 10/Spj Kapten Inf Mashudi bahwa, telah berhasil mengevakuasi Sakirin (korban jatuh ke jurang) dalam keadaan selamat.

Dilaporkan bahwa korban mengalami luka pada bagian punggung dan patah tulang rusuk kanan, saat ini korban dalam perawatan di Puskesmas Simpang Jernih dan akan segera di rujuk ke RSUD Langsa untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA :   Polri dan Interpol Buru Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

Diberitakan sebelumnya bahwa, korban bersama 4 orang temannya pergi memancing dikawasan hutan Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, dimana sungai tersebut pinggiran jurang Korban terpeleset dan jatuh ke jurang.

Sementara temannya mengetahui korban jatuh ke jurang dan rekannya berupaya melakukan pertolongan lantaran kondisi jurang terlalu dalam dan tidak memiliki alat untuk menyelamatkan korban.

Selain itu, Salah satu rekannya memberitahukan kepada warga untuk menghubungi polsek Simpang Jernih dan BPBD serta SAR Aceh Timur guna menyelamatkan korban.

BACA JUGA :   Sat Reskrim Polres Simeulue Tangkap Pelaku Penganiayaan Guru

Berdasarkan informasi dari warga yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Simpang Jernih, korban masih hidup namun terkendala medan dan tidak adanya sarana untuk mengevakuasi.

Untuk menuju ke lokasi jatuhnya korban dari Polsek Simpang Jernih membutuhkan transportasi sungai (perahu kayu) dengan jarak tempuh 3 (tiga) jam kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 4 (empat) jam.

Saat ini Tim Gabungan sudah menuju ke lokasi jatuhnya korban untuk melakukan evakuasi. (*)

UPDATE CORONA