KKB Rekrut Anak Masyarakat Untuk Bikin Onar di Intan Jaya

oleh -145.489 views
KKB

IDUL FITRI

Papua I Realitas – KKB Rekrut Anak Masyarakat Untuk Bikin Onar di Intan Jaya.

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) berulah dan mengancam masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.

REALITAS TV

Papua Salah satunya ialah aksi penembakan terhadap seorang pedagang berinisial R pada Senin (08/02/2921) lalu, yang diduga aksi dilakukan oleh pelaku yang masih tergolong anak-anak dan direkrut KKB.

Kapolres Intan Jaya, AKBP I Wayan G Antara mengatakan KKB memang merekrut anak-anak terutama yang putus sekolah di wilayah tersebut, kemudian diajak masuk ke hutan untuk dilatih.

BACA JUGA :   JMA Desak Penegak Hukum Usut Pembunuhan Wartawan di Siantar

Dia pun menduga pelaku penembakan terhadap pedagang juga merupakan anak putus sekolah.

“Beberapa bulan ini menghilang, mungkin ke hutan karena memang anak-anak putus sekolah ini yang direkrut KKB,” kata Wayan, yang juga menyebut usia pelaku tergolong masih muda, Rabu (10/02/2021).

Identitas terduga pelaku penembakan itu diketahui berdasarkan keterangan saksi-saksi. Lama tak muncul, pelaku tiba-tiba datang berpura-pura menjual minyak tanah.

BACA JUGA :   Pangdam XII/Tpr Pimpin Sertijab Kapok Sahli dan Kakumdam

“Saksi yang merupakan tetangga korban sering melihat pelaku belanja, tapi beberapa bulan tidak muncul-muncul lagi dan tahu-tahu bikin ulah penembakan itu,” ujar Wayan.

Belum dipastikan pelaku tergabung dalam kelompok mana, namun ada dua kelompok KKB yang kerap merekrut anak-anak putus sekolah sebagai umpan dan tameng yang dilepas ke masyarakat untuk membikin keonaran.

“Kami belum tahu karena masih lidik. Tapi, di sini kelompoknya Undinus Kogoya dan Sabinus Waker yang terus berulah,” jelas Wayan.

BACA JUGA :   Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi di Madiun dan Bangkalan

Dari data yang dikeluarkan Polda Papua, selama 2020, KKB beraksi sebanyak 49 kali di tujuh kabupaten Yang terbanyak terjadi di Intan Jaya sebanyak 23 kali, lalu Mimika 9 kali, Nduga 8 kali, Pegunungan Bintang 6 kali dan Keerom 1 kali.

Dari aksi-aksi tersebut, total ada 17 orang yang tewas 12 orang di antaranya merupakan warga sipil baik penduduk asli maupun pendatang. (*)

UPDATE CORONA