Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi BPJS

oleh -58.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi BPJS.

Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 3 saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, di Kejagung, Senin (23/2/2021).

Saksi yang diperiksa antara lain:

1. WW selaku Direktur Utama PT Samuel Sekuritas;

BACA JUGA :   Diduga 3 Unit Kapal Aceh Hebat Dibeli Bekas : Masa Menuding KMP Aceh Hebat Barang Rongsokan

2. SH selaku Direktur PT Indopremier Investment Management;

3. KL selaku Direktur PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Tim Jaksa Penyidik juga memeriksaan 1 saksi terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Proyek Pembangunan Jalur Transmisi 275 KV Gardu Induk Kiliranjao-Gardu Induk Payakumbuh pada PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Medan Tahun 2016-2017.

Saksi yang diperiksa yaitu WN selaku Karyawan PT Karya Logam Agung.

BACA JUGA :   Lima Tahun Lumpuh, Akhirnya Dapat Kursi Roda Dari Koramil Sungaimas

Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana yang terjadi dalam proyek pembangunan jalur transmisi 275 KV Gardu Induk Kiliranjao-Gardu Induk Payakumbuh pada PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Medan tahun 2016-2017.

“Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang dugaan Tipikor pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH, MH.

BACA JUGA :   Cegah PETI, Kapolres Kuansing Instruksikan Para Kapolsek Awasi Operasional Alat Berat

Kapuspenkum juga menjelaskan pentingnya memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19.

“Pemeriksaan saksi dilakukan sesuai Prokes antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” tutup Kapuspenkum Leonard Simanjuntak. (*)

Sumber:RD

UPDATE CORONA