Harga Jual Supplier Tinggi, Diduga Kuat Aparatur Desa Yang Jadi Dalangnya

oleh -216.759 views
Harga

Cibinong | Realitas – Tingginya Harga Supplier hingga transparansi alokasi sisa anggaran, membuat Agen di Wilayah Kecamatan Tenjolaya Angkat Bicara, “Itu Menzalimi KPM”, itu ucapnya, Sabtu (14/2/2021).

Pasalnya harga dasar kebutuhan pokok dan pelengkap lainya semua kini sudah fahami masyarakat, dan kalau di total dari jumlah kebutuhan pokok, Keluarga Penerima Manfaat” KPM” sesuai dengan yang di tuangkan dalam Pedoman Umum “PEDUM”, yaitu :

1.Beras (Kebutuhan Pokok)
2.Tahu-Tempe (Vitamin Nabati)
3.Buah (Sumber Vitamin)
4.Sayuran (Sumber Vitamin)
5.Telur (Protein Hewani)

Semua harga yang di berikan oleh supplier tidak rasional, itu sangat riskan untuk para agen atau e-warung, apalagi saat ini masyarakat dapat dengan mudah mengakses link-link informasi harga dasar bahan pokok di link resmi milik pemerintah”,ungkap salah satu nara sumber.

BACA JUGA :  Kapolres Langsa Berganti AKBP Hyrowo Nahkodai Polres Langsa

Dugaan kegaduhan mencuat kuat, karena dipicu oleh adanya kemunculan Ketua Paguyuban Agen baru, yang menurut sumber kemunculan nya tanpa dipilih oleh para agen Melikan, tapi ditunjuk langsung oleh Kepala Desa.

“Dia menyatakan diri secara langsung sebagai Ketua Paguyuban yang katanya ditunjuk oleh semua kepala Desa, tidak di pilih oleh kami (para agen), namun semua bukti penunjukan tersebut hanya omong kosong belaka”, ungkapnya.

“Sehingga agen lama memiliki dugaan, bahwa ada campur tangan penguasa ikut mencampuri, membackup dan ingin ikut berperan di program ini namun main di belakang layar”, sambungnya

“Keyakinan kami (agen)sangat mendasar, setelah ada 2 agen yang di bekukan, tidak boleh melayani transaksi nasabah program BPNT oleh Pihak Desa, dan merekomendasikan berdirinya agen baru”.

BACA JUGA :  Kapolres Langsa Berganti AKBP Hyrowo Nahkodai Polres Langsa

“Padahal yang bisa mencabut adalah Himbara, karena kami adalah nasabah dari bank tersebut”, tambahnya

Ketika Tim Investigasi Ijin melalui whatsapp mengkonfirmasi langsung ke lokasi, yang bersangkutan merespon baik dengan jawaban terbuka, namun bersangkutan menyarankan, agar segala urusan pekerjaan sebaik nya di diskusikan di Kantor suatu Desa di Kecamatan Tenjolaya.

“Kalau menyangkut kerjaan biasanya mah di Desa Weh Pak, (kalau bisa mah di Kantor Desa saja pak) ” jawab nya.

Rupanya yang bersangkutan selain memiliki usaha sebagai agen/E-warung dan supplier, juga bekerja di Desa tersebut sebagai Sekdes.

Dirinya enggan apabila urusan pekerjaan mengganggu saat waktu luang nya bersama keluarga, karena istri yang bersangkutan sering memprotes hal itu, “istri suka protes”, tutupnya. (Deddy karim)