Gunakan Sarung Diikat, Dua Napi Lapas Kls II B Nunukan Berhasil Kabur

oleh -111.489 views
Gunakan Sarung
Foto: Ilustrasi Napi Kabur

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Gunakan Sarung Diikat, Dua Napi Lapas Kls II B Nunukan Berhasil Kabur.

Dua narapidana (napi) kabur dari Lapas Kelas IIB Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) usai memanjat pagar 4 meter menggunakan sarung yang diikat. Kepolisian ikut melakukan pencarian terhadap kedua napi tersebut.

REALITAS TV

“Unit Pidum Nunukan DPP Ipda Sony yang membantu di lapangan,” kata Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (15/02/2021).

Kedua napi bernama Indra Adi Saputra (20) dan Tuo bin Udding (29) itu kabur dari Lapas Nunukan pada Sabtu (13/2/2021) sore. Polisi membantu melakukan pencarian setelah pihak lapas meminta bantuan.

BACA JUGA :   Dinas Perikanan Kab Muara Enim Bagi Kelompok Budidaya Ikan

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Marhadiansyah Tofiqs Setiaji mengatakan pihaknya melakukan pencarian di sejumlah titik.

Petugas mendapatkan informasi dari saksi yang melihat ada dua orang tak dikenal mondar-mandir di daerah sekitar lapas.

“Pencarian masih sekitara lapas, di daerah Panamas, Tanjung Harapan, daerah Mamolo. Kita juga lakukan blokade di penyeberangan untuk antisipasi mereka berdua.

BACA JUGA :   Batalyon Infanteri 642/Kapuas Laksanakan Sosialisasi dan Himbauan Pentingnya Masker

Terakhir tadi pagi sempat ada saksi melihat bahwa dua orang itu masih berada di sekitar Panamas itu,” kata AKP Marhadiansyah.

Napi Indra dan Tuo diketahui dipenjara terkait kasus pencurian dengan pemberatan yang vonisnya diketok di Pengadilan Negeri Bulungan. Kedua napi tersebut mengikat sarung yang dipakai untuk memanjat tembok lapas.

Beredar informasi bahwa napi Indra dan Tuo merupakan saudara sepupu. Mereka kabur setelah menerima sejumlah uang dari pihak keluarganya.

BACA JUGA :   Satlantas Polresta Palangka Raya Sambangi Masyarakat Sosialisasikan Saber Pungli

“Mereka membuat tali panjat dari kain sarung, kemudian ujung tali sarung menggunakan besi untuk bisa mengkaitkan. Itu kan temboknya tingginya sekitar 4-5 meter,” kata dia.

“Sementara belum ada informasi bersaudara atau tidak. tapi kita petunjuknya, mereka menghubungi keluarganya untuk meminta sejumlah uang. Jadi mereka kabur membawa uang sekitar Rp 2 juta kiriman dari keluarganya,” ujar dia. (*)

Sumber:(Dtc)

UPDATE CORONA