Demo di Myanmar Berlanjut, Ribuan Demonstran Berkumpul di Yangon

oleh -116.489 views
Demo di Myanmar

IDUL FITRI

Yangon I Realitas – Demo di Myanmar Berlanjut, Ribuan Demonstran Berkumpil di Yangon.

 Pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar kembali beraksi dengan demonstrasi besar-besaran pada Rabu (17/02/2021) waktu setempat. Ribuan orang turun ke jalanan Yangon dalam aksi memprotes pemerintah junta militer.

REALITAS TV

Seperti dilansir AFP, Rabu (17/02/2021), jumlah demonstran kali ini tercatat sebagai yang terbanyak sejak militer Myanmar mengerahkan personelnya ke berbagai wilayah untuk memadamkan oposisi terhadap kudeta.

Ribuan demonstran yang berkumpul di Yangon, kota terbesar di negara itu, melakukan aksi memblokir jalanan dengan kendaraan. Mereka berusaha menghentikan pasukan militer bergerak di kota tersebut.

Demonstrasi ini dilakukan untuk menentang upaya pemerintah militer dalam memadamkan oposisi, menyusul unjuk rasa nasional dan kampanye pembangkangan yang mendorong pegawai negeri setempat untuk mogok kerja.

BACA JUGA :   Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur Adakan Latihan Menembak

“Kita harus berjuang sampai akhir,” kata Nilar, seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang enggan menyebut nama aslinya, kepada AFP.

“Kita perlu menunjukkan persatuan dan kekuatan kita untuk mengakhiri kekuasaan militer. Orang-orang harus turun ke jalan,” imbuhnya.

Pelapor khusus PBB, Tom Andrews, memperingatkan bahwa personel militer yang dikerahkan ke Yangon dapat menyebabkan situasi yang berpotensi menjadi tidak terkendali.

“Saya khawatir hari Rabu ini memiliki potensi kekerasan dalam skala yang lebih besar di Myanmar daripada yang kita saksikan sejak pengambilalihan pemerintah secara ilegal pada 1 Februari,” kata Andrews dalam sebuah pernyataan.

“Kita bisa saja berada di tepi jurang jika militer melakukan kejahatan yang lebih besar lagi terhadap rakyat Myanmar.”

BACA JUGA :   Masyarakat Belawan Krisis Kepercayaan Kinerja Aparat Keamanan

Dilaporkan belum ada tanda-tanda kehadiran pasukan militer yang lebih kuat di Yangon pada Rabu (17/02/2021) pagi waktu setempat.

Dalam beberapa hari terakhir, aparat keamanan menggunakan peluru karet, gas air mata, dan bahkan ketapel untuk melawan pengunjuk rasa. Seorang wanita muda masih dalam kondisi kritis di ibu kota Naypyitaw setelah ditembak di kepalanya, minggu lalu.

Militer Myanmar menyebut seorang polisi tewas di Mandalay setelah konfrontasi dengan pengunjuk rasa pada hari Minggu (14/02/2021)

“Mereka yang melakukan tindakan melanggar hukum terhadap petugas polisi akan ditindak jika diperlukan,” tegas militer Myanmar dalam pernyataannya.

Kepolisian Myanmar diketahui menjeratkan dakwaan tambahan atau dakwaan kedua untuk pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi yang ditahan sejak kudeta pada 1 Februari lalu.

BACA JUGA :   Polisi Sedang Merampungkan Berkas Perkara Ayah Setubuhi Anak Tiri

Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, menuturkan kepada media setempat bahwa kliennya kini menghadapi dakwaan kedua, yakni melanggar Undang-undang Bencana Alam. Tidak dijelaskan lebih spesifik soal delik atau pasal pada undang-undang itu yang didakwakan kepada Suu Kyi.

Undang-undang penanggulangan bencana juga telah digunakan terhadap presiden yang digulingkan, Win Myint. Ia dituduh melanggar pembatasan COVID-19 karena kampanye.

Lebih lanjut, Khin menyatakan bahwa Suu Kyi telah berbicara dengan hakim yang menangani kasusnya melalui videocall dalam sidang pada pekan ini. Namun pengacara tidak bisa ikut hadir dalam video call itu karena belum mendapatkan kuasa.

Andrews menggambarkan proses pengadilan itu sebagai “sidang rahasia”. (*)

Sumber : (Dtc)

UPDATE CORONA