Bangladesh Hukum Mati 5 Orang Atas Pembunuhan Blogger AS

oleh -214.489 views
FOTO: Ilustrasi

IDUL FITRI

Dhaka – Bangladesh Hukum Mati 5 Orang Atas Pembunuhan Blogger AS.

Pengadilan Bangladesh menjatuhkan hukuman mati pada lima anggota kelompok militan Islam. Para terdakwa dihukum mati karena membunuh seorang blogger Amerika Serikat, yang mengkritik ekstremisme agama enam tahun lalu.

REALITAS TV

Korban bernama Avijit Roy, warga AS keturunan Bangladesh, yang dibacok sampai mati dengan parang pada Februari 2015 lalu, Selasa (16/2/2021).

Saat itu, korban bersama istrinya sedang dalam perjalanan pulang dari pameran buku di Dhaka, ibu kota Bangladesh.

BACA JUGA :   Pantau Operasi Yustisi, Kapolda Metro Jaya Minta Warga Taati Prokes

Akibat kejadian itu, sang istri yang juga seorang blogger, Rafida Ahmed, menderita cedera di kepala dan kehilangan satu jari.

“Tuduhan terhadap mereka terbukti. Pengadilan memberi mereka hukuman tertinggi,” kata Jaksa Penuntut Umum Golam Sarwar Khan setelah putusan, di tengah pengamanan ketat Pengadilan Khusus Anti-Terorisme di Dhaka.

“Pengadilan juga menghukum satu orang lainnya dengan penjara seumur hidup,” imbuh Khan.

BACA JUGA :   Lapas Kelas IIB Garut Berkomitmen Wujudkan ZERO HALINAR

Khan mengatakan total enam terdakwa merupakan anggota kelompok militan domestik Ansar Ullah Bangla yang terinspirasi oleh Al-Qaeda. Kelompok itu disebut polisi berada di balik pembunuhan lebih dari selusin aktivis sekuler dan blogger di Bangladesh.

“Syed Ziaul Haq, seorang mayor militer yang dipecat diyakini sebagai pemimpin kelompok itu dan yang mendalangi pembunuhan tersebut. Dan satu anggota kelompok itu diadili secara in absentia dan menerima hukuman mati,” ujar Khan.

BACA JUGA :   Gubsu Mintak Polisi Usut Tuntas Kasus Penembakan Wartawan di Sumut

Negara dengan mayoritas penduduk muslim itu mengalami serangkaian serangan mematikan antara 2013-2016. Serangan-serangan itu menargetkan para blogger, aktivis sekuler, dan minoritas agama, yang diklaim oleh ISIS atau kelompok-kelompok yang berpihak pada Al Qaeda.

Serangan paling mengerikan terjadi pada Juli 2016, ketika orang-orang bersenjata menyerbu sebuah kafe di kawasan diplomatik Dhaka dan menewaskan 22 orang, kebanyakan dari mereka warga asing. (*)

Sumber:(Dtc)

UPDATE CORONA