Anggota KP Sanjaya-7017 Gagalkan Penyelundupan 3800 Ekor Baby Lobster di Binuangan Banten

oleh -78.489 views
Anggota

IDUL FITRI

Banten I Realitas – Anggota KP Sanjaya-7017 Gagalkan Penyelundupan 3800 Ekor Baby Lobster di Binuangan Banten.

Anggota Kapal Polisi Sanjaya -7017 Ditpolair bersama PSDKP Banten tangkap seorang berinisial N (36) pemilik -+ 3800 ekor Baby Lobster (Benur) yang sudah di kemas di wilayah Binuangan Banten, Sabtu (24/02/2021) yang diduga akan di selundupkan.

REALITAS TV

Komandan Kapal Polisi Sanjaya -7017 Kompol Sherly Anggraini S.ST., M. Han menyampaikan, bahwa kronologis penangkapan berawal dari Tim Subdit Intelair Ditpolair yang mendapatkan informasi bahwa ada rumah yang dicurigai melakukan pengumpulan Baby Lobster (Benur). Selanjutnya Tim Subdit intelair berkordinasi dengan ABK KP. SANJAYA-7017.

BACA JUGA :   Sebagai Prajurit Profesional, Wanita TNI Juga Memiliki Peran Ganda

“Kemudian berdasarkan Laporan informasi Nomor : R / LI – 04 / II / 2021 / Intelair. Pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2021 Sekira Pukul 11.00 ABK KP. SANJAYA bersama PSDKP menuju wilayah Binuangan Banten, dan pada pukul 15.00 melakukan pemeriksaan dan penggeledahan dirumah sdr. Ojos yang beralamat di wanasalam binuangen lebak banten”, ujarnya

BACA JUGA :   Koramil 08/Baki Bersinergi Dengan Polsek Baki Sambangi Pasar Baki Himbau 5M

“Setelah di lakukan penggledahan oleh Tim PSDKP dan  ABK KP. SANJAYA – 7017 yang di pimpin oleh Ipda Mayank Ada Madaun, S.ST.Pel, ditemukan BB di TKP berupa Baby Lobster (Benur) sejumlah -+ 3800 ekor yang sudah di kemas dan sudah diberi oksigen,  yang diduga akan di jual ke Bandar penampung untuk di selundupkan” jelasnya

“Dari penangkapan tersebut berhasil diamankan  Terduga pelaku berinisial N (36) warga Binuangan Lebak Banten, Baby Lobster (Benur) -/+ 3800, 1 (satu) Set Tabung Oksigen dan 1 (satu) Buah KTP atas nama terduga pelaku” lanjut Kompol Sherly Anggraeni S.ST., M. Han.

BACA JUGA :   Jajaran Polda Aceh Siap Sampaikan Tausiyah Kamtibmas Kepada Masyarakat

“Setelah melakukan gelar perkara dengan Subdit Gakum Ditpolair Korpolairud  pelaku diduga telah melanggar Pasal 92 , Pasal 86 UU 45 Thn. 2009 Tentang Perikanan”, tutupnya. (*)

UPDATE CORONA