Seorang Anggota TNI Dikeroyok 10 Orang, Gara-gara Menegur Pelaku Saat Balap Liar

oleh -119.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Seorang anggota TNI dikeroyok 10 orang. Gara-gara korban menegur para pelaku saat balap liar.

Penyidik Polres Bulukumba menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap anggota TNI Sertu Akbar.

REALITAS TV

Kedua tersangka berinisial MA dan NF telah ditahan di Sel Mapolres Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Bayu Wicasono Febrianto mengatakan, para tersangka ditangkap di lokasi berbeda.

“Kalau NF diserahkan pihak keluarga ke Polres Bantaeng, dan MA ditangkap di Maros,” kata Bayu saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/1/2021).

BACA JUGA :   Ala Pak Pos Sambut HUT Kota Medan ke 431 Tahun

Bayu mengungkapkan, terdapat dua orang lain yang diduga terlibat dalam penganiayaan ini masih dalam pengejaran.

“Alasan tersangka menganiaya korban karena tidak terima saat ditegur saat balapan liar. Akhirnya korban diserang,” ungkapnya.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota TNI dilarikan ke RSUD Bulukumba setelah terkena panah di Jalan Samratulangi, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu (24/1/2021) dini hari.

BACA JUGA :   Kapolres Lamandau Berikan Reward Kepada Pos Ppkm Mikro Terbaik

Dia diduga jadi korban pengeroyokan saat melintas di jalan tersebut. “Awalnya korban adu mulut dengan pelaku. Dari keterangan saksi, ada sepuluh pelaku yang menganiaya korban,” kata AKP Bayu Wicaksono.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, anggota TNI itu terluka di kepala dan pinggang kanannya. Tak perlu waktu lama.

Polisi berhasil menangkap empat pelajar diduga penganiaya anggota TNI yang bertugas di Komando Distrik Militer (Kodim) 1411 Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA :   Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi di Madiun dan Bangkalan

Keempat pelajar itu berinisial MS (15), MA (15), AA (18), dan AC(15). “Kalau MS dan MA diamankan tanggal 25 sementara AA dan AC diamankan tanggal 26 Januari 2021.

Jadi status belum penahanan,” kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa.

Menurut Bayu, pihaknya masih mengejar pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam penganiayaan. “Masih ada enam pelaku lainnya jadi kami sementata melakukan pengejaran,” tuturnya. (*)

Sumber:(Trb)

UPDATE CORONA