Partai Republik Mengajukan Keberatan Terhadap Pengesahan Hasil Voting Electoral College  Atas Kemenangan Joe Biden di Kongres AS

oleh -111.489 views

IDUL FITRI

Washington I Realitas – Partai Republik Mengajukan Keberatan Terhadap Pengesahan Hasil Voting Electoral College  Atas Kemenangan Joe Biden di Kongres AS.

Pengesahan kemenangan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, oleh Kongres AS kembali mengalami penundaan setelah sejumlah anggota parlemen Partai Republik mengajukan keberatan terhadap hasil voting Electoral College di negara bagian Pennsylvania.

Sebelumnya, keberatan yang diajukan Partai Republik untuk hasil voting negara bagian Arizona ditolak House of Representatives (HOR) atau DPR AS dan Senat AS.

Proses pengesahan hasil voting Electoral Votes di 50 negara bagian AS terus berlanjut hingga, Rabu (6/01/2021) malam waktu AS setelah mengalami penundaan akibat penyerbuan pendukung Presiden Donald Trump terhadap Gedung Capitol AS, lokasi sidang Kongres itu, Kamis (7/1/2021).

Keberatan untuk electoral votes atau perolehan suara elektoral di negara bagian Pennsylvania yang dimenangkan Biden diajukan oleh belasan anggota DPR AS dari Partai Republik.

BACA JUGA :   Pangdam XII/TPR dan Ketua Umum Perbakin Kalbar Letakkan Batu Pertama Pembangunan Lapangan Tembak TASC

Senator Republikan, Josh Hawley, itu mendukung keberatan itu sehingga memicu perdebatan sengit dalam Kongres AS.

Dalam proses ini, anggota DPR maupun Senat bisa mengajukan keberatan saat hasil voting Electoral College dibacakan di ruang sidang.

Namun keberatan itu harus disepakati oleh DPR maupun Senat AS dalam voting dengan suara mayoritas untuk bisa dipertimbangkan secara serius. Jika tidak, maka keberatan itu tidak akan dianggap dan tidak mempengaruhi hasilnya.

Senat AS telah melakukan voting untuk keberatan di negara bagian Pennsylvania. Hasilnya menunjukkan 92 Senator menolak dan hanya tujuh Senator yang mendukung.

BACA JUGA :   Polda Jateng Terapkan Tilang Digital, Launching ETLE di Tiga Kota

Sedangkan DPR AS saat ini tengah melakukan voting untuk keberatan yang sama, setelah menggelar perdebatan sengit di ruang sidang.

Anggota DPR AS dari Pennsylvania, Scott Perry, yang berasal dari Partai Republik berargumen bahwa keberatan diajukan untuk melindungi Konstitusi AS.

Argumen itu dimentahkan oleh anggota DPR dari Partai Demokrat, Joe Neguse, yang menegaskan isi Konstitusi AS.

“Di bawah Konstitusi kita, Kongres tidak memilih presiden, rakyat Amerika yang memilihnya, dan mereka telah memilih dalam jumlah yang luar biasa,” cetusnya.

Sebelumnya, keberatan juga diajukan oleh Partai Republik terhadap hasil voting Electoral College di negara bagian Arizona yang juga dimenangkan Biden. Baik Senat maupun DPR AS kompak menolak keberatan itu.

Hasil voting para Senator AS menunjukkan 93 Senator menolak dan hanya enam Senator mendukung. Sedangkan mayoritas 303 anggota DPR AS.

BACA JUGA :   Serka Syaiful : Lingkungan Bersih, Dapat Menambah Pendapatan Warga

Termasuk 82 dari Partai Republik menolak keberatan itu. Namun ada 121 anggota yang semuanya dari Partai Republik mendukung keberatan itu.

Sidang gabungan, antara DPR dan Senat AS, ini bertujuan mengesahkan hasil voting Electoral College dari seluruh 50 negara bagian AS.

Untuk mengonfirmasi kemenangan Biden dalam pilpres 3 November lalu. Proyeksi menyebut Biden menang atas Trump dengan 306 electoral votes melawan 232 electoral votes.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang juga menjabat Presiden Senat AS memimpin jalannya sidang gabungan Kongres AS itu.

Peran Pence sebagian besar bersifat seremonial dan dia tidak memiliki wewenang untuk mempengaruhi hasilnya, meskipun Trump berharap sebaliknya. (Trb)