Mahasiswa KKN Covid-19 Kelompok 123 Unimal Berkolaborasi Dengan PMI Lhokseumawe Melakukan Bakti Sosial Ddi Pengungsian Migran Muslim Rohingya Myanmar

oleh -310.579 views
oleh

Lhokseumawe I Realitas – Mahasiswa KKN-123 Unimal melakukan aksi bakti sosial bersama PMI Lhokseumawe di Pengungsian Migran Muslim Rohingya Myanmar di Gampong Mee Kandang, Kecamatan Muara dua, kota Lhokseumawe. Rabu, (04/03/2020)

Ketua Kelompok KKN-123 Zikri Amarullah Surbakti menyampaikan melalui Media Sosial Instagram, selain untuk memenuhi kegiatan KKN, kami juga melakukan kegiatan tersebut dilandasi dengan jiwa sosial yaitu melakukan gotong royong, melakukan penyemprotan disinfektan mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menyerahkan paket buah buahan kepada pengungsi Rohingya.

Lanjutnya “Rohingya merupakan kelompok etnis muslim asli yang menetap di wilayah Arakan sejak abad XVI. Wilayah tersebut saat ini menjadi bagian dari Negara Bagian Rakhine, wilayah Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh.

Istilah Rohingya sendiri berasal dari kata Rohai atau Roshangee yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang (sebutan untuk daerah tersebut sebelum dinamai Arakan). Sebut Lidya, mahasiswa KKN-123.”

Rohingya merupakan kelompok etnis muslim asli yang menetap di wilayah Arakan sejak abad XVI. Wilayah tersebut saat ini menjadi bagian dari Negara Bagian Rakhine, wilayah Myanmar Barat yang berbatasan langsung dengan Bangladesh.

Istilah Rohingya sendiri berasal dari kata Rohai atau Roshangee yang berarti penduduk muslim Rohang atau Roshang (sebutan untuk daerah tersebut sebelum dinamai Arakan).

Sejak sebelum kemerdekaan Myanmar, etnis Rohingya telah berkali-kali berusaha disingkirkan dari wilayahnya. Pada tahun 2012, muncul gerakan Rohingya Elimination Group yang didalangi oleh kelompok ekstremis 969.

Konflik yang pecah memakan 200 jiwa dan 140.000 warga Rohingya lainnya dipaksa tinggal di kamp-kamp konsentrasi yang tidak manusiawi.

BACA JUGA :   YARA Langsa Minta Semua Pihak Baik Wartawan, LSM, Jaksa Dan Masyarakat Awasi Dana Pengadaan Alat-Alat Untuk Anak SD Yang Mencapai Rp.1.175.000.000.00.

Menurut sebuah studi oleh International State Crime Initiative (ISCI) dari Queen Mary University of London, Rohingya sudah mulai memasuki tahap akhir genosida yaitu pemusnahan massal dan penghilangan dari sejarah. PBB juga menyebut Rohingya sebagai kelompok etnis paling teraniaya di dunia.

Saat ini Muslim Rohingya yang masih berada di Rakhine hidup terisolasi dalam ketakutan. Sejauh ini jumlah populasi etnis Rohingya di Provinsi Rakhine semakin menurun drastis hingga menjadi 40% dibanding tahun sebelumnya.

Populasi Rohingya menurut UNHCR ialah 1,3 juta orang, dimana 926.000 adalah orang-orang yang tidak memiliki kewarnegaraan dan 375.000 lainnya menjadi pengungsi di negara mereka sendiri. Sejak tahun 2013 lalu, ribuan warga melarikan diri ke negara-negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui jalur laut.

Pria, wanita, dan anak-anak terkatung-katung di dalam kapal tanpa kejelasan apakah daratan yang mereka tuju bersedia menerima mereka.

Salah satu pengungsian warga Rohingya di Indonesia berada di Lhokseumawe yang berlokasi di Gampong Mee Kandang, Kecamatan Muara dua, kota Lhokseumawe.

Aksi Bakti Sosial dan Penyemprotan Disinfektan tersebut dilakukan oleh mahasiswa KKN yang bernama Zikri Amarullah Surbakti, Andre Noviadi, Septian Diantoro, Lidya Permatasari, Nurdina Hayati, Reza Dwi Fani, dan Nilam Sari. Dan dibimbing oleh dosen DPL KKN yaitu Bapak DR. Muhammad Nur SH.,MH

BACA JUGA :   Kapolres Aceh Timur Pimpin Serah Terima Jabatan Tiga Kasat Dan Empat Kapolsek

Penyemprotan disinfektan dan gotong royong membersihkan posko Rohingya tersebut dilakukan sekitar pukul 09.00 sampai pukul 12:00 WIB dengan empat alat semprot manual yang diisi beberapa liter cairan disinfektan bersama PMI Lhokseumawe.

Pembimbing kelompok 123 dari PMI Lhokseumawe yaitu Bapak Muhammad Wali mengatakan, penyemprotan disinfektan dan membagikan sabun cuci tangan hasil racikan kelompok kami dilakukan guna mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di area sekitar posko pengungsian migran muslim Rohingya.

Serta kami membersihkan ruangan penting seperti tempat tidur, kamar mandi dan halaman mereka supaya terhindar dari bakteri dan mereka belajar hidup sehat. “Ungkap Muhammad Wali pembimbing KKN 123 di PMI Lhokseumawe.”

“Kegiatan ini mendapatkan apresiasi baik dari pihak keamanan dan organisasi lain yang bertugas mengurus posko Rohingya di Lhokseumawe serta mendapatkan apresiasi dari Pembimbing Lapangan kami yaitu bapak DR. Muhammad Nur, SH.,MH Karena dengan kegiatan ini dapat mencegah penyebaran virus Covid-19, menjaga kebersihan lingkungan mereka, mengajarkan mereka arti kebersamaan serta mengajarkan kami arti dari bersyukur.” Tutup Zikri Amarullah Surbakti selaku ketua Kelompok KKN 123 Unimal 2020. (*)