Jangan Lengah Walau Di Pengungsian Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

oleh -72.489 views

IDUL FITRI

Boyolali I Realitas – Jangan Lengah Walau Di Pengungsian Tetap Patuhi Protokol Kesehatan.

Puluhan warga lereng Gunung Merapi yang rentan dan balita dievakuasi ke tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) di Desa Jrakah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Evakuasi ini dilakukan sebagai antisipasi jika Merapi mengalami erupsi sewaktu-waktu.

Batituud Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali Pelda Sugianto saat di lokasi pengungsian Desa Jrakah mengatakan rekan-rekan Babinsa dan Polsek Selo kembali mengevakuasi Balita dan lansia di Dukuh Sepi Desa Jrakah Kecamatan Selo sebagai langkah antisipasi, Kamis (19/11/2020).

BACA JUGA :   Presiden AS, Raja Saudi Memiliki Panggilan Telepon Sebelum Rilis Laporan Khashoggi yang Diharapkan

“Kegiatan evakuasi bagi warga yang rentan dan balita terutama di daerah KRB III erupsi Merapi yakni Desa Jrakah kami laksanakan bersama dengan Polsek Selo,hal ini sebagai langkah antisipasi adanya erupsi Merapi.” Kata Pelda Sugianto.

BACA JUGA :   Pengadilan Thailand Memberikan Jaminan Kepada Tiga Menteri Terpidana yang Digulingkan dari Kabinet

Warga sudah mengetahui bagaimana yang harus dilakukan dan menuju ke mana jika terjadi erupsi Merapi, salah satunya ke tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) Desa Jrakah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali.

Tim gabungan baik dari BPBD Pemkab Boyolali, PMI, Dinkes, TNI, polisi, sukarelawan desa dan kecamatan telah menyiapkan semuanya termasuk dapur umum untuk para pengungsi.

BACA JUGA :   LIRA Sebut HMI Jangan Pernah Mau Jadi Alat Untuk Melindungi Kekuasaan

Pelda Sugianto juga mengingatkan serta menghimbau warga di tengah pengungsian atau di TPPS Desa Jrakah harus tetap perhatikan protokol kesehatan karena Virus Corona juga belum hilang.

“Warga sekalian agar jangan lengah, pakai maskernya, tetap patuhi protokol kesehatan walaupun di tempat pengungsian karena virus corona belum hilang!” Ucap Pelda Sugianto kepada warga. (Agus Kemplu)

UPDATE CORONA