Brigadir AM Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Tewasnya Mahasiswa Kendari

oleh -110.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Brigadir AM Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Tewasnya Mahasiswa Kendari.

Brigadir Abdul Malik (AM) menjalani sidang tuntutan terkait kasus tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari.

Bernama Randi yang tewas diduga tertembak saat mengikuti demo di DPRD Sultra. Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Hari ini sidang agenda tuntutan terdakwa Brigadir AM,” ujar jaksa penuntut umum, Marifa, kepada wartawan, Selasa (03/11/2020).

Sidang rencananya akan digelar di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, pukul 13.00 WIB. Terdakwa Brigadir AM akan menghadiri sidang secara virtual.

Dalam kasus sini, Brigadir AM didakwa melakukan tindak pidana pembunuhan terkait tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo.
Kendari bernama Randi yang tewas diduga tertembak saat mengikuti demo di DPRD Sultra. Selain itu Brigadir AM juga diancam pasal penganiayaan.

Brigadir AM didakwa 3 dakwaan. Yakni dakwaan kesatu primair Pasal 338 KUHP, subsidair Pasal 351 ayat 3 KUHP, atau kedua Pasal 360 ayat 2 KUHP.

BACA JUGA :   Kodam XII/Tpr Gelar Penataran Pelatih Kader Tracer Covid-19

Ia menyebut perbuatan Brigadir AM terkait tewasnya mahasiswa Kendari yang diduga tertembak saat berunjuk rasa di DPRD Sultra dan menyebabkan seorang ibu hamil terluka tembakan di kakinya.

Kasus ini berawal ketika ada unjuk rasa mahasiswa di depan kantor DPRD Sultra yang berakhir ricuh pada 27 September. Randi tewas akibat tertembak, sedangkan ada mahasiswa lainnya, Yusuf tewas akibat hantaman benda tumpul.

BACA JUGA :   Ketua Komite 1 DPD-RI Terima Draf Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Aceh Malaka

Selain itu, peluru yang ditembakkan Brigadir AM mengenai ibu hamil. Simak di halaman selanjutnya.

Dalam sidang di PN Jakarta Selatan, saksi menyebut peluru yang bersarang di kaki seorang ibu hamil bernama Maulidia berasal dari senjata api (senpi) milik Brigadir AM.

Mulanya saksi yang juga sebagai Kepala Subbid Fisika dan Komputer Forensik Labfor Polda Sulawesi Selatan, Wiji Purnomo, bercerita mengenai penemuan 3 peluru nyasar dalam kasus tewasnya Randi pada aksi demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPRD Sultra.

Polda Sulsel melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti dengan uji balistik. Hasilnya, peluru yang bersarang di kaki ibu hamil, Maulidia, berasal dari senjata api (senpi) milik Brigadir AM.

“Hasil pemeriksaan kami, pertama ada peluru ditemukan pada kaki Ibu Maulidia. Kami simpulkan bahwa anak peluru itu.

BACA JUGA :   Pembuat Bom Dicurigai Terlibat Dalam Pembunuhan Jurnalis Malta

Ditembakkan dari senjata api jenis HS9 dengan nomor seri H26298 milik atas nama Abdul Malik (AM),” ungkap Wiji dalam sidang lanjutan ini dilakukan di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis (24/09/2020).

Sejumlah saksi juga sudah diperiksa di persidangan antara lain ibu hamil yang tersasar peluru dan sejumlah aparat polisi yang saat itu bertugas bersama Abdul Malik.

Beberapa saksi juga ada yang bercerita menemukan peluru di sekitar lokasi demo. (Dtc)

UPDATE CORONA