11 Prajurit TNI yang Mengeroyok Jusni Hingga Tewas Dituntut 1-2 Tahun Bui

oleh -207.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – 11 Prajurit TNI yang Mengeroyok Jusni Hingga Tewas Dituntut 1-2 Tahun Bui.

11 prajurit TNI yang mengeroyok Jusni (24) di Tanjung Priok, Jakarta, pada Februari lalu menjalani sidang pembacaan tuntutan oditur militer.

REALITAS TV

11 prajurit itu dituntut hukuman beragam mulai 1 hingga 2 tahun penjara dan 2 di antaranya minta dipecat dari TNI.

Sidang pembacaan tuntutan dilaksanakan di Pengadilan Militer Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (17/11/2020).

Sebelas terdakwa hadir di sidang tersebut dengan pakaian dinas lengkap dan berdiri di hadapan hakim selama persidangan.

Oditur militer meminta majelis hakim menyatakan sebelas terdakwa itu bersalah melakukan tindak pidana yang menyebabkan kematian.

Sebelas terdakwa ialah Letda Cba Oky Abriansyah NP, Letda Cba Edwin Sanjaya, Serka Endika M Nur, Sertu Junedi, Serda Erwin Ilhamsyah.

Serda Galuh Pangestu, Serda Hatta Rais, Serda Mikhael Julianto Purba, Serda Prayogi Dwi Firman Hanggalih, Praka Yuska Agus Prabakti, Praka Albert Panghiutan Ritonga.

BACA JUGA :   Mendagri Usul Tema RKPD Provinsi Papua Mengakomodir Pengendalian Covid-19 sekaligus Pemulihan Ekonomi

Berikut rincian tuntutan terhadap 11 prajurit yang mengeroyok Jusni:

-Letda Cba Oky Abriansyah dituntut dengan hukuman penjara selama 2 tahun dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer TNI AD.

-Letda Cba Edwin Sanjaya dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 3 bulan.

-Serka Endika Sanjaya dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Sertu Junaedi dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Erwin Ilhamsyah dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Galih Pangestu dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Hatta Rais dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Serda Mikhael Julianto Purba dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer TNI AD.

-Serda Prayogi Dwi Firman Hanggalih dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan.

-Praka Yuska Agus Prabakti dituntut dengan pidana oenjara selama 1 tahun 2 bulan.

BACA JUGA :   Ramadhan, Kapolres Metro Jakarta Barat Ajak Anggota Memakmurkan Mesjid

-Praka Albert Panghiutan Ritonga dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Untuk diketahui, pengeroyokan terhadap Jusni terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 9 Februari lalu. Korban dipukul, ditendang, ditabrak dengan sepeda motor, dihantam dengan meja, dan dipukul pakai tongkat hingga disabet menggunakan hanger.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) merilis video pengeroyokan terhadap Jusni lewat akun Twitter-nya, pada Senin (16/11/2020) kemarin. Terlihat banyak orang mengeroyok Jusni.

Jusni adalah pria 24 tahun dari Desa Kolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Saat pengeroyokan terjadi, Jusni baru tiga bulan di Jakarta dan tengah mencari peluang bekerja di pelayaran bersama teman-temannya.

“Kami mohon agar majelis hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta menyatakan para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama.

yang mengakibatkan mati sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana Pasal 351 ayat 1 jo ayat 3 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” kata oditur militer, Salmon Balubun.

BACA JUGA :   Sowan ke Kapolri, Dirjen Bea Cukai Minta Dukungan Naikan PNBP

Salmon juga meminta hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan putusan.

Hal yang memberatkan yakni pertama, perbuatan para terdakwa merusak citra TNI dalam pandangan masyarakat, kedua para terdakwa kurang menghayati Sapta Marga Sumpah Prajurit butir ke-2 tunduk kepada hukum.

Dan memegang teguh disiplin keprajuritan dan 8 wajib TNI, butir ke-7 tidak sekali-sekali menakuti dan menyakiti hati rakyat, ketiga perbuatan para terdakwa mengakibatkan saudara Jusni meninggal dunia.

Sementara hal yang meringankan ialah, pertama para terdakwa bersikap sopan dan berterus terang dalam persidangan.

Dan kedua para terdakwa mendapat rekomendasi keringanan hukuman dari Kapusbekangad Mayer TNI Isdarmawan Ganemoeljo berdasarkan surat Kapusbekangad R/622.06/12/293/subditpamoster tanggal 30 Juni 2020. (Dtc)

UPDATE CORONA