Lp2im Pertanyakan Proyek Ruangan Operasi Dan Insenerator Di RSUD Sahudin Kutacane Rp 8,9 Miliar

oleh -100.489 views

IDUL FITRI

Kutacane I Realitas – Lp2im Pertanyakan Proyek Ruangan Operasi Dan Insenerator Di RSUD Sahudin Kutacane Rp 8,9 Miliar.

lembaga pengembangan potensi intelektual muda (Lp2im) Kabupaten Aceh Tenggara mempertanyakan proyek pembangunan ruangan operasi dan Insenerator di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sahudin Kutacane yang menelan anggaran Rp 8,9 miliar yang bersumber dana alokasi khusus (DAK) pada tahun 2019 lalu, terkait hal ini Direktorat kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh telah memanggil pejabat pembuat komitmen (PPK).

BACA JUGA :   Bimtek TP PKK Kabupaten Bireuen Dibuka Istri Gubernur Aceh

Hal yang senada di sebutkan oleh Ketua lsm Lp2im.M.Sopian Desky SH kepada media realitas Kamis (08/10/2020) mengatakan, proyek fisik pembangunan ruangan operasi dan Insenerator pada tahun 2019 lalu pernah di panggil oleh Ditreskrimsus Polda Aceh, namun hingga kini belum juga ada kejelasan terhadap pemangilan dari pihak Ditreskrimsus,” Polda Aceh Jangan tutup mata.

BACA JUGA :   Danrem 062/TN Menutup Latihan UST Yonif Raider 301/PKS

UPDATE CORONA

Dijelaskannya, dalam proyek ini perlu dikaji ulang, selain itu Insenerator/Incinerator adalah suatu alat pembakar sampah yang di operasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran pada suhu tertentu, sehingga sampah dapat terbakar habis.

” Diduga kuat berpotensi korupsi, untuk itu kita minta kepada Kapolda Aceh melalui Ditreskrimsus untuk terus melakukan pendalaman dan penyelidikan proyek dugaan korupsi pembangunan ruangan operasi dan Insenerator di RSUD Sahudin Kutacane total mencapai Rp 8,9 miliar tersebut,” diduga kuat berpotensi korupsi kata Sopian.

Kita berharap kepada pihak Polda Aceh melalui Ditreskrimsus jangan berhenti di tengah jalan, karena kasus ini perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mengigat uang negara itu begitu besar,” Lp2im akan secepatnya membuat laporan terhadap kasus ini kepada Polda Aceh terangnya (Sumardi).