Kejaksaan Agung Periksa 19 Saksi terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

oleh -62.489 views

IDUL FITRI

JAKARTA I Realitas – Kejaksaan Agung Periksa 19 Saksi terkait Kasus Korupsi Jiwasraya.

Jaksa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa saksi-saksi terkait kasus tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Saksi yang diperiksa hari ini mencapai 19 orang.

BACA JUGA :   Tingkatkan Kerjasama dan Bangun Sinergitas,Serka Saring Komsos Dengan Aparatur Kelurahan

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono mengatakan, 19 saksi tersebut merupakan karyawan perusahaan sedangkan satu orang lainnya merupakan pengurus perusahaan yang mewakili manajer investasi.

BACA JUGA :   Bersama Warga, Babinsa Bantu Percepatan Pembangunan Masjid

UPDATE CORONA

“Hari ini tim jaksa penyidik kembali melakukan pemeriksaan 19 orang saksi dan satu tersangka korporasi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero),” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Saksi untuk penyidikan umum PT Asuransi Jiwasraya yaitu Nominee Joko Hartono Tirto atas nama Moudy Mangkey, Komisaris PT Pool Aset Management Ronald Abednego Sebayang, Direktur Utama PT Treasure Fund Investama Dwinanto Amboro.

Selanjutnya Kepala Bagian Pengembangan Dana Divisi Investasi Periode 1 Oktober 2007 hingga 31 Oktober 2011 PT Asuransi Jiwasraya Lusiana, Komisaris dan Direktur PT Topanz Investment Utomo Puspo Suharto dan mantan Komisaris Utama PT Asuransi Jiwasraya Djonny Wiguna.

Kemudian agen PT Etradin Sekuritas PT Mirae Asset Sekuritas Rosita, Institutional Equity Sales PT Trimegah Securities Meitawati Edianingsih dan Luke Imawati Ghani. Saksi untuk tersangka korporasi PT Maybank Asset Management yakni Febry Pratama dan Direktur PT Kariangau Industri Sejahtera Susanti Hidayat.

Saksi untuk tersangka korporasi PT Millenium Capital Management yakni Pjs Kadiv Keuangan dan Akuntansi PT Asuransi Jiwasraya Ony Ardyanto dan Head of Compliance PT BNI Sekuritas Emilia.

Saksi untuk tersangka korporasi PT OSO Capital Management Investasi yaitu Komisaris PT OSO Management Investasi Achmad Indrahadi Kartakusumah, Direktur PT OSO Management Investasi Niko Tjahyoadi dan Direktur Utama PT OSO Management Investasi Rusdi Oesman.

Saksi untuk tersangka korporasi PT GAP Capital yaitu Sales Equaty Danatama Makmur Denny Salman, Sales Equaty Lautandhana Securindo Ateng Effendi Irawan, dan Direktur Utama PT Pinnacle Persada Investama Guntur Surya Putra.

“Sedangkan untuk pemeriksaan tersangka korporasi yang diperiksa hari ini sebagai tersangka yaitu PT Corfina Capital, yang dalam hal ini diwakili oleh Irsanto Aditia Soeraputra sebagai salah satu pengurus PT Corfina Capital,” kata Hari.

Dia menuturkan, keterangan mereka dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dan tersangka korporasi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hari memastikan, jaksa penyidik menerapkan protokol kesehatan saat pemeriksaan saksi guna mencegah penularan Covid-19 dengan memperhatikan jaga jarak, menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, serta para saksi wajib mengenakan masker dan menggunakan “hand sanitizer” sebelum maupun sesudah pemeriksaan.(IN/Red)