Cerita Polisi Operasi Yustisi: Temukan Granat hingga Dimintai Narkoba

oleh -215.759 views

Jakarta I Realitas – Cerita Polisi Operasi Yustisi: Temukan Granat hingga Dimintai Narkoba.

Sejumlah kejadian terungkap di balik operasi yustisi yang digelar aparat kepolisian dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan COVID-19. Dalam pelaksanaannya, petugas menemukan granat, senjata tajam hingga narkoba.

Seperti yang terungkap dalam operasi yustisi yang digelar Polsek Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (01/10/2020) malam. Polisi yang hendak membubarkan kerumunan pemuda malah menemukan granat hingga narkotika jenis sabu.

Kapolsek Palmerah Kompol Supriyanto menjelaskan saat itu pihaknya hendak membubarkan kerumunan pemuda yang sedang nongkrong di Kampung Boncos yang juga dikenal sebagai ‘kampung narkoba’. Mereka melarikan diri ketika akan didatangi polisi.

BACA JUGA :  PNS Baitul Mal Aceh Timur Diduga Rangkap sebagai Operator Keuangan Gampong, Adik Kandung Kelola Data Bansos

“Kita curiga lihat mereka warga lari. Beberapa berhasil ditangkap tapi tidak ditemukannya barang bukti. Kita temukan granat aktif di bawah tempat mereka duduk itu,” ujar Supriyanto dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

“Ada juga senjata tajam jenis golok dan puluhan korek api yang sudah dimodifikasi untuk pembakar sabu,” ujarnya.Selain granat aktif, polisi menemukan puluhan bong (alat isap sabu) yang terbuat dari botol minuman kemasan. Sejumlah senjata tajam juga ditemukan di lokasi tersebut.

BACA JUGA :  PNS Baitul Mal Aceh Timur Diduga Rangkap sebagai Operator Keuangan Gampong, Adik Kandung Kelola Data Bansos

Dalam operasi tersebut, polisi juga menemukan puluhan gram barang bukti sabu yang ditinggal pengecernya saat polisi datang. Dalam kasus ini, tidak ada pelaku yang diamankan karena mereka melarikan diri.

“Jadi kita nih tidak ada rencana penggerebekan. Saat kita datang ke lokasi, kok banyak warga sana yang kabur. Kita geledah lokasi dan kita temukan barang bukti,” imbuhnya.

Polisi juga mengungkap kisah lain di balik operasi yustisi. Petugas yang datang dengan pakaian preman malah dimintai narkoba.(Dtc/Red)