Utak-atik Aturan Kerja di Ibu Kota Akhirnya Tak Jadi Full WFH

oleh -115.489 views

IDUL FITRI

Jakarta I Realitas – Utak-atik Aturan Kerja di Ibu Kota Akhirnya Tak Jadi Full WFH.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta diterapkan mulai hari ini. Ada utak-atik aturan soal kerja di kantor sebelum rincian soal PSBB ketat ini diumumkan.

Seperti diketahui, DKI Jakarta sudah menjalani PSBB transisi sejak 4 Juni 2020. Pada Rabu (9/9) lalu, Anies memutuskan untuk menarik rem darurat dan mengembalikan kondisi ke PSBB di awal pandemi yang diberlakukan saat April 2020 lalu.

Namun sederet perkembangan terjadi dalam beberapa hari. Aturan soal sistem masuk kerja akhirnya diubah, dari rencananya semua bekerja dari rumah (work from home/wfh) menjadi maksimal kapasitas 25% di kantor.

Berikut utak-atik aturan masuk kantor saat PSBB ketat dalam kurun waktu 4 hari:

Jumpa Pers Anies 9 September: Full WFH Kecuali 11 Sektor

Dalam jumpa pers pada Rabu (9/9), Anies awalnya berencana mewajibkan seluruh karyawan di Jakarta bekerja dari rumah (work from home/WFH) saat PSBB ketat. Pengecualian diberikan kepada 11 sektor esensial. Berikut daftarnya:

-Kesehatan;
-Bahan pangan/makanan/minuman;
-Energi;
-Komunikasi dan teknologi informasi;
-Keuangan;
-logistik.
-Perhotelan;
-Konstruksi;
-Industri strategis;
-Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu;
– Pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA :   Kapolri Pimpin Korps Raport 46 Pati Polri

“Prinsipnya, mulai Senin, 14 September, kegiatan perkantoran yang non-esensial diharuskan laksanakan dari rumah, bekerja dari rumah. Bukan usahanya yang berhenti, tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan. Kegiatan usaha jalan terus, kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran di gedungnya yang tak diizinkan untuk beroperasi,” kata Anies.(Dtc/Red)